31 C
Kudus
Rabu, Desember 8, 2021
spot_img
BerandaBisnisKain Troso di...

Kain Troso di Abadi Tenun Troso Ini Punya Banyak Motif Ciamik

BETANEWS.ID, JEPARA – Beberapa pekerja tampak sedang menenun benang dengan alat tradisional di sebuah rumah produksi di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. Tangan mereka begitu lincah memaju-mundurkan alat tenun untuk membuat motif-motif kain. Sedangkan di tempat lain, seorang pria muda tampak sedang melipat kain-kain yang sudah jadi. Dia adalah Dika, anak pemilik Abadi Tenun Troso, Nadhirah.

Di sela-sela kesibukannya itu, Dika bersedia menjelaskan usaha kain Troso yang sudah dirintis ibunya sejak 2015 lalu itu. Di tempatnya itu, pembuatan kain tenun masih menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Ada dua variasi Kain Troso di tempatnya, yakni tenun dan Csm.

Harganya pun bervariasi dan lebih mahal tenun. Untuk tenun berkisar Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu per potong, sedangkan untuk Csm lebih murah sekitar Rp 130 ribu sampai Rp 150 ribu.

- Ads Banner -

Baca juga: Tak Hanya Laris di Dalam Negeri, Sarung Batik Al Hazmi Juga Sering Ekspor ke Luar Negeri

“Kalau tenun dikhususkan untuk sarung. Sedangkan Csm digunakan untuk baju, kemeja, dan sebagainya,” katanya, Sabtu, (11/10/2021).

Di antara dua variasi kain tenun troso itu, lanjut Dika, yang paling banyak diminati adalah csm, karena banyak sekali masyarakat yang memakainya, termasuk juga sampai ke kalangan artis. Kain-kain Tenun Troso juga sudah terkenal ke seluruh penjuru negeri. Untuk pemasarannya pun sudah sampai ke luar Jepara bahkan di kota-kota besar di luar Jawa.

“Kalau di Abadi Tenun Troso tersedia motif antik, motif cempaka, motif Dewi Sri, motif bambu, motif mawar, dan masih banyak lainnya,” bebernya.

“Jika tertarik untuk membeli kain di Abadi Tenun Troso bisa langsung hubungi nomor Whatsapp 0896 5123 7772,” kata Dika.

Dika lantas menjelaskan proses pembuatan kain tenun Troso di tempatnya. Menurutnya, pembuatan kain tenun troso dari awal hinggal akhir membutuhkan waktu selama enam hingga tujuh hari.

Baca juga: Jadi Langganan Pejabat, Setiap Lembar Batik Kudus di Tere Batik Ini Bernilai Filosofis Tinggi

“Pertama-tama kita menyiapkan bahan dasar seperti benang. Setelah benangnya siap, lalu dimasukkan ke dalam mesin untuk pengetengan. Setelah itu dibuat motif kemudian ditali. Untuk talinya kita bisa pakai tali rafiah agar lebih indah dan bermakna. Setelah itu, ikatan benang  dimasukkan kedalam cairan wenter,” paparnya.

Lebih lanjut Dika mengatakan, untuk mendapatkan motif kain yang berbeda, maka beberapa ikatan tadi dibuka dan dicelupkan ke dalam cairan pewarna yang berbeda pula. Setelah selesai baru dikeringkan dengan diangin-angikan dan tidak boleh terkena sinar matahari langsung.

“Nah, setelah kering baru dipasangkan ke kain tenun,” tandasnya.

Penulis: Nadia Salsabila (Mahasiswa Magang IAIN Kudus)

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Redaksi
Beta adalah media online yang lahir di era digital. Berita yang disajikan unik, menarik dan inspiratif. Serta dikmas dalam bentuk tilisan, foto dan video.

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
70,075PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler