31 C
Kudus
Selasa, Juni 28, 2022
spot_img
BerandaBISNISMuria Batik Abadikan...

Muria Batik Abadikan Gading Gajah Situs Patiayam jadi Motif Batik

BETANEWS.ID, KUDUS – Deretan kain batik berbagai motif tampak memenuhi sebuah ruangan rumah di Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Seorang wanita di sana tampak sedang melipat-lipat kain batik yang akan segera dikemas. Salah satu motif yang begitu mencolok adalah gading gajah yang gambarnya berukuran cukup besar.

Gading gajah itu bukan sembarang gading, lantaran itu merupakan perwujudan fosil dari zaman purba yang ditemukan di Situs Patiayam. Bagi Yuli Astuti, pemilik Muria Batik, pengabadian fosil itu merupakan upayanya mengenalkan Kudus ke penjuru tanah air.

Tiga variasi batik motif gading gajah situs Patiayam di Muria Batik. Foto: Kartika Wulandari.

Wsanita yang kerap disapa Yuli itu mengatakan, dirinya mulai membuat motif sejak awal 2020. Berawal dari dirinya yang ingin membuat motif baru, ia pun mempunyai ide untuk mengangkat Kudus dari potensi situs purbakala.

- Ads Banner -

Baca juga: Flora dan Fauna Khas Muria Jadi Motif Batik yang Keren di Batik Manjing Werni

“Saya mempunyai inspirasi membuat gading gajah ini, karena awalnya saya ingin membuat motif dengan cerita lereng Muria. Dari sejarah kapal kandas sampai jangkar yang ada di Rembang, tapi karena ini masih proses, jadi saya mencoba membuat motif lokal yang unik, dan akhirnya saya memilih membuat motif bertema Situs Purbakala Patiayam,” jelasnya, Senin (01/11/21).

Dari banyaknya peninggalan yang ada di Museum Patiayam, Yuli memilih membuat motif gading gajah purba (stegodon). Karena gading tersebut termasuk fosil yang sangat banyak ditemukan.

“Tujuan saya membuat motif ini juga ingin memperkenalkan situs purbakala yang dimiliki Kudus, karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui mengenai Situs Purbakala Patiayam,” tambah Yuli.

Di Muria Batik, Yuli membuat tiga versi motif, dari motif yang biasa hingga motif dengan beberapa perpaduan warna.

Baca juga: Keindahan Corak Batik Karya Fadloli Ini Bikin Warga Australia Sampai Datang ke Kudus

“Kita ada 3 versi, dari pewarnaan satu warna hingga pewarnaan yang memadukan beberapa warna. Dan untuk prosesnya bisa menghabiskan waktu 1-3 minggu,” ucapnya.

Untuk harga motif gading gajah purba ini, Yuli membanderolnya mulai Rp 150 ribu hingga Rp 400 ribu, dengan panjang 2 meter.

Alhamdulillah peminatnya sangat banyak. Selama produksi sudah ada 100 potong yang terjual. Bahkan karena motif ini, banyak yang akhirnya masyarakat luar kudus berkunjung ke Museum Patiayam,” tandas Yuli.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler