BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa kain batik tergantung di sebuah ruangan rumah nomor 59, RT 4 RW 1 Desa Langgardalem, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus. Berbagai kain batik khas Kudus motif lama itu tampak begitu indah dan penuh dengan filosofi. Kain batik hasil karya Omah Batik-Ku sudah mampu merambah pasar luar negeri.
Muhammad Fadloli selaku penanggung jawab dan produksi di Omah Batik-Ku mengatakan, kain batik yang ada di Omah Batik-Ku adalah hasil dari karyanya. Menekuni batik sejak 2014, hasil karyanya tersebut sudah menarik minat banyak orang. Tidak hanya di dalam negeri, batik karya pria yang akrab disapa Fadloli itu juga mampu merambah pasar mancanegara.

“Batik hasil karya saya dan Omah Batik-Ku selain diminati orang dalam negeri, juga sudah beberapa kali laku dibeli orang luar negeri,” ujar Fadloli kepada Betanews.id, Jumat (21/5/2021).
Baca juga: Flora dan Fauna Khas Muria Jadi Motif Batik yang Keren di Batik Manjing Werni
Fadloli menuturkan, transaksi pembelian tersebut saat sebelum ada pandemi. Karena memang batik khas Kudus karyanya dan Omah Batik-Ku itu selain dipasarkan secara konvensional, juga melalui media daring. Sehingga ada beberapa warga negara lain yang membeli kain batiknya, seperti dari Singapura, Vietnam, dan Australia.
“Itu pembeliannya ada enam kali. Pada tahun 2014, 2015 serta 2019. Bahkan yang warga negara Australia itu datang langsung ke Kudus,” bebernya.
Dia menuturkan, warga Australia yang datang ke Kudus itu pada 2019. Dia tahu dari media sosial Facebook. Saat dirinya diperkenalkan sebagai satu di antara penggagas batik khas Kudus. Karena penasaran dan ingin kenalan langsung sama dirinya, warga Australia itu pun rela jauh-jauh dari Negeri Kanguru datang ke Kudus untuk menemuinya.
“Selain berkenalan, saat datang ke Kudus orang Australia itu beli enam kain batik khas Kudus karya saya,” ungkapnya.
Baca juga: Tere Batik, Usung Motif Ikon Kudus dan Kearifan Lokal dengan Warna Ceria
Dia mengatakan, Omah Batik-Ku Kudus memproduksi kain batik khas Kudus motif lama. Selain batik tulis juga ada batik cap. Di antaranya, batik motif babaran soga tanah basah, motif kapal kandas, motif bulan bintang, motif taman teratai. Sedangkan motif isiannya ada beras utah, tanaman air dan lainnya.
“Khasnya batik Kudus motif-motif lama itu setiap goresan canting mengandung filosofi,” ungkapnya.
Untuk harga, kata dia, batik khas Kudus motif-motif lama dibanderol bervariasi. Untuk batik cap harganya mulai Rp 100 ribu sampai Rp 350 ribu. Sedangkan yang batik tulis dijual dengan harga Rp 800 ribu hingga Rp 7 juta.
Editor: Ahmad Muhlisin

