31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

2 Korban Tenggelam Terseret Banjir di Bulungcangkring Belum Ketemu, Pencarian Terkendala Angin Kencang

BETANEWS.ID, KUDUS – Dua korban tenggelam terseret arus banjir di area persawahan Dukuh Karangrowo, Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus belum ditemukan sejak hilang Minggu (1/1/2023) sore. Saat ini, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepolisian, TNI, dan Banser Tanggap Bencana (Bagana) Kudus masih terus melakukan pencarian.

Kapolsek Jekulo, AKP Bambang Sutaryo mengatakan, pencarian korban tenggelam sudah dilakukan sejak Minggu (1/1/2023) pukul 18.00. Saat ini, ada 40 relawan yang menyisir beberapa lokasi dengan menggunakan empat perahu atau langsung mencebur ke dalam sungai.

sendal dan topi milik korban tenggelam di Desa Bulungcangkring Kudus sudah ditemukan. Foto: Rabu Sipan

“Saat ini proses pencarian terus dilalukan. Namun, memang korban tenggelam belum ditemukan,” ujar Bambang saat ditemui di lokasi, Senin (2/1/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Tiap Hujan Deras Warga Temulus Kudus Tak Bisa Tidur, Siaga Banjir Limpasan Sungai Dawe

Dia mengatakan, pencarian korban tenggelam terkendala kencangnya angin, sehingga menimbulkan gelombang air yang lumayan besar. Dampaknya, pencarian korban kurang maksimal untuk mendeteksi keberadaan korban.

“Terkendala angin yang cukup kencang, sehingga menghambat penemuan korban. Selain itu, banyaknya enceng gondok juga jadi kendala, sehingga titik pencarian tak bisa lebih jauh lagi,” bebernya.

Ia menjelaskan, kejadian itu bermula saat tiga warga Desa Bulungcangkring yakni Deny, Fandi, dan Tain main perahu di area persawahaan yang sedang kebanjiran, Minggu (1/1/2022). Namun, angin kencang membuat perahu yang ditumpangi tiga warga itu terbalik.

“Satu korban yakni Deny bisa diselamatkan warga karena bisa berenang. Namun, dua lainnya langsung tenggelam karena tak bisa berenang,” jelasnya.

Baca juga: Ratusan Rumah di Jati Wetan Terendam Banjir, Surutnya Bisa Berbulan-Bulan

Perwakilan tim Bagana Kudus Nurtadin menambahkan, pencarian korban tenggelam masih terus dilanjutkan, meski belum ada titik terang. Pasalnya, pencarian terkendala oleh kencangnya angin.

“Angin kencang yang menimbulkan gelombang menyulitkan proses pencarian. Sebab, proses deteksi di mana korbannya kesulitan,” ujarnya.

Dua hari pencarian, kata dia, dilakukan dengan dua cara. Pencarian kemarin dan semalam menggunakan perahu saja, untuk hari ini ada tim yang mencebur ke dalam air.

“Hingga saat ini korban belum ketemu. Namun, untuk sandal, topi dan perahu yang digunakan korban sudah kami temukan,” ujar Nurtadin.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER