BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan tamu undangan tampak hadir di acara Syukuran Forum Kamis Legen (Kalen) atas diraihnya gelar Doktor oleh Edy Supratno, yang merupakan anggota Forum Kalen. Satu di antara tamu undangan yakni Yudi Ernawan Soemadji, cucu Niti Semito.
Usai menikmati hidangan yang disajikan, Yudi sapaan akrabnya berbagi cerita kepada Betanews.id tentang Edy Supratno. Ia mengaku sudah sangat lama mengenal sejarawan Kudus itu. Menurutnya, Edy Supratno adalah sosok yang luar biasa.
“Saya kenal sejak saat masih jadi wartawan Jawa Pos. Dia orang yang luar biasa, tekun, serius dan pintar. Dia kalau bertanya tidak begitu saja ditelan, tapi dicek dan dipastikan kebenarannya. Datanya lengkap, dia adalah aset Kudus,” ungkapnya, Rabu (14/12/2022) malam.
Baca juga: Kumpulkan Anak dan Istri Sebelum S3, Edy: ‘Nanti Jangan Protes Kalau Hidup Kita Susah’
Yudi juga menyanjung proses perjuangan Edy Supratno dalam mendapatkan gelar Doktor. Ia juga menilai, bahwa sejarah merupakan jurusan yang jarang diminati karena tidak mudah. Tapi dengan ketelitian dan ketekunan Edy Supratno mampu meraih gelar keilmuannya dan menjadi sejarawan.
“Orangnya terbuka dan tidak merasa pintar. Semoga tidak bosen untuk melanjutkan keilmuan. Kalau bisa mencapai gelar profesor juga. Dan jangan tinggalkan Kudus,” katanya.
Selain Yudi, Djoko Herryanto, Penasihat Forum Kalen sekaligus sahabat Edy Supratno, menambahkan, bahwa Edy Supratno merupakan sosok yang sangat waspada, teliti dan menyajikan keakurasian. Menurutnya, akurasi adalah hal yang sangat penting bagi seorang sejarawan.
“Dia adalah orang yang luar biasa, sederhana, tulus, setia, berani, gigih dan tau keutamaan. Platonic bagi saya. Pertemanan kami sudah 20 tahun dan 11 tahun di forum kalen. Harapan saya dia tetap menjadi lokomotif untuk ilmu pengetahuan dan benteng bagi telatah Muria,” tegasnya.
Pria yang arab disapa Djoko itu juga melanjutkan, dirinya berharap akan muncul banyak Edy baru. Menutnya, Edy merupakan sosok yang berani melakukan pendakian ilmu pengetahuan.
“Waktu menyatakan keinginan menyelesaikan S3, saya menyambut dengan antusias dan bahagia. Saya yakin dia mampu. Meski beban dipundaknya berat dan kakinya seperti terantai, tapi dia ulet,” tambahnya.
Baca juga: DR Edy Supratno Ungkap Peran Pengusaha Kretek Kudus Saat Kemerdekaan di Disertasinya
Edy Supratno sedikit membeberkan tentang penelitian yang membawanya meraih gelar Doktor dari Universitas Gajah Mada (UGM). Penelitian berjudul “Nasionalisme dalam Filantropi: Kolaborasi Politik Pengusaha Rokok Kretek Kudus dengan Kelompok Nasionalis Tahun 1909-1949” itu ia lakukan sekitar 5 tahun.
Edy sapaan akrabnya, mulai menempuh pendidikan S3 di UGM tahun 2017, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) jurusan Ilmu-Ilmu Homaniora. Meski ada kendala untuk bepergian saat melakukan penelitian karena Pandemi Covid-19, Edy merasa beruntung bisa mengakses koran-koran dari Belanda. Bahkan, dalam Orasi Ilmiah pada acara tersebut, dia mengaku sudah membaca ribuan koran untuk menyelesaikan penelitiannya.
“Tapi saya mendapat hikmah, karena dengan adanya pandemic, koran dari Belanda dapat diakses secara online. Saya menempuh pendidikan S3 ini selama 11 semester,” tambahnya.
Editor: Kholistiono

