DR Edy Supratno Ungkap Peran Pengusaha Kretek Kudus Saat Kemerdekaan di Disertasinya

BETANEWS.ID, KUDUS – DR Edy Supratno tak pernah berhenti untuk terus mengungkap hal-hal besar tentang peristiwa sejarah yang terjadi di Kudus, khususnya terkait kretek. Yang terbaru, anggota Forum Kamis Legen (Kalen) ini mengungkap peran besar para pengusaha rokok kretek dalam kemerdekaan.

Kepada Betanews.id, Edy mengungkapkan, judul disertasi yang dibuat untuk meraih gelar Doktor di Universitas Gajahmada (UGM), yakni “Nasionalisme dalam Filantropi: Kolaborasi Politik Pengusaha Rokok Kretek Kudus dengan Kelompok Nasionalis Tahun 1909-1949”.

“Dalam disertasi yang saya buat, saya ingin mengungkap kontribusi besar para pengusaha rokok kretek di Kudus pada masa perjuangan untuk meraih kemerdekaan. Ternyata Kudus memiliki peran besar,” ujar Edy kepada Betanews.id, saat acara tasyakuran yang digelar Forum Kalen atas diraihnya gelar Doktor oleh dirinya, di Kebun Pecuk Pecukilan, Kudus, Kamis (14/12/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Malam Ini Forum Kalen Gelar Syukuran untuk DR Edy Supratno

Edy menjelaskan, sejumlah kontribusi Kudus dalam perjuangan mencapai kemerdekaan Indonesia, di antaranya, pengusaha rokok kretek di Kudus pernah menjual tembakau dan hasilnya disumbangkan kepada para pejuang kemerdekaan. Selain itu, pada masa agresi militer Belanda tahun 1949, masyarakat Kudus membantu para pengungsi yang menyelamatkan diri ke Kudus.

“Bahkan, pada awal kemerdekaan, pengusaha rokok kretek dari Kudus, Mbah Nitisemito menyumbang 500 Gulden untuk pemerintah. Jadi, ternyata kontribusi masyakat Kudus, khususnya pengusaha rokok kretek luar biasa untuk kemerdekaan Indonesia,” tutur Edy.

Edy mulai menempuh pendidikan doktoral di Jurusan Ilmu-Ilmu Humaniora pada Fakultas ilmu Budaya (FIB), Universitas Gajahmada, pada tahun 2017. Edy berhasil menyelesaikan pendidikan doktoral pada akhir tahun ini.

Sementara itu, Ketua Panitia acara syukuran, Ahmad Rosyidi menjelaskan, dalam acara ini, DR Edy Supratno akan menyampaikan pidato ilmiah. Tema yang akan disampaikan dalam pidato ilmiahnya, yakni “Melacak Peradaban yang Hilang”.

“Selain itu juga akan ada penyampaian orasi budaya dan testimoni dari sejumlah pihak,” ujar Rosyidi kepada Betanews.id.

Acara syukuran ini, kata Rosyidi, akan dihadiri undangan dari sejumlah pihak. Dia mengungkapkan, pihak-pihak yang diundang di antaranya, anggota Forum Kalen, sejumlah dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Budaya Islam (STIBI) Syekh Jangkung Pati, pengelola Museum Kretek Kudus, dan sejumlah pihak lainnya.

Rosyidi menjelaskan, Edy Supratno adalah sejarawan yang telah banyak dikenal masyarakat Kudus. Edy juga pernah menerbitkan buku, yang satu di antaranya berjudul “Djamhari Penemu Kretek”. Selain seorang sejarawan, Edy saat ini juga merupakan Ketua STIBI Syekh Jangkung, dan juga anggota Forum Kalen.

Baca juga: Edy Supratno Yakin, Djamhari Penemu Rokok Kretek dari Kudus Bukan Mitos

“Sebelum dikenal sebagai sejarawan, Pak Edy dulu adalah seorang jurnalis di satu media lokal di Kudus. Selain itu, beliau juga pernah menjadi mengajar di UMK (Universitas Muria Kudus) untuk mata kuliah jurnalistik,” tutur Rosyidi.

Rosyidi menambahkan, Forum Kalen adalah kelompok intelektual yang sering menggelar diskusi, utamanya tema filsafat dan budaya. Forum Kalen memiliki anggotanya berjumlah 11 orang. Para anggota memiliki latar belakang yang berbeda, ada yang dosen, guru, aktivis, seniman, dan lain sebagainya.

“Nah, kebetulan ada satu anggota Forum Kalen yang baru saja meraih gelar doktor di UGM. Forum Kalen memanfaatkan momentum ini untuk menggelar diskusi sekaligus syukuran,” ungkap Rosyidi.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER