BETANEWS.ID, KUDUS – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Muria Kabupaten Kudus mencatatkan kinerja positif di 2022. Dari target laba Rp4,2 Miliar, itu sudah terlampaui pada Oktober lalu. Dari keuntungan itu, yang wajib disetorkan ke pemerintah daerah adalah 55 persennya atau Rp2,31 miliar
Direktur Teknik PDAM Kudus Yan Laksmana mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat target laba tahun ini bisa tercapai, satu di antaranya adalah efisiensi biaya operasional.

“Untuk mendapatkan air, kami itu memakai sumur dalam yang tentunya juga menggunakan listrik. Untuk menekan biaya listrik kami padamkan secara bergantian, yang penting tidak mengganggu pelayanan,” ungkapnya saat ditemu di ruangannya, Rabu (30/11/2022).
Baca juga: Realisasi Penerimaan Pajak Parkir di Kudus Terseok-seok, Hingga September Baru 46 Persen
Selain itu, pihaknya juga terus berusaha meningkatkan pendapatan perusahaan, salah satunya dengan cara menyiapkan ketersediaan air baku.
“Tak hanya itu, kami juga melakukan pembaruan jaringan pipa yang sudah tidak layak. Tujuannya agar kelancaran pelayanan bagi masyarakat,” bebernya.
Ia pun mencontohkan, misal di sebuah gang dulunya pipa jaringannya menggunakan satu inci untuk 10 sambungan rumah (SR), seiring berjalannya waktu akan diganti menjadi 50 SR.
Baca juga: Hingga Oktober, BPJS Kesehatan Sudah Bayar Klaim Rp465 Miliar ke 143 Faskes di Kudus
“Maka demi kelancaran air, kami juga harus upgrade ukuran pipanya. Entah jadi dua inci atau lebih sesuai hitungan perencanaan,” jelasnya..
Pihaknya juga membangun reservoir untuk mem-backup kebutuhan air di jam sibuk, yakni ketika pagi hari antara pukul 5.00 WIB sampai 7.00 WIB, serta di pukul 16.00 WIB hingga 19.00 WIB.
“Reservoir ini fungsinya mem-backup pasokan air di jam-jam sibuk, agar airnya tidak ngitir atau keluarnya tidak maksimal,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

