31 C
Kudus
Selasa, November 29, 2022
BerandaKUDUSRealisasi Penerimaan Pajak...

Realisasi Penerimaan Pajak Parkir di Kudus Terseok-seok, Hingga September Baru 46 Persen

BETANEWS.ID, KUDUS – Realisasi pendapatan daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus di Triwulan ketiga tahun 2022 lampaui target. Hingga tanggal 18 September realisasi penerimaan pajak daerah Kabupaten Kudus kurang lebih sebesar Rp 125 miliar atau 86,67 persen.

Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kudus Famny Dwi Arfana mengatakan, target awal pendapatan daerah di tahun 2022 kurang lebih Rp 144 miliar. Sedangkan di triwulan ketiga ditargetkan realisasinya 75 persen.

“Nyatanya, Bulan September masih berjalan kami mampu merealisasikan pendapatan daerah kurang lebih Rp 125 miliar atau 86 persen dari target. Berarti hingga triwulan ketiga, reailisasi pajak daerah Kudus lampui target,” ujar pria yang akrab disapa Famny kepada Betanews.id, Rabu (21/9/2022).

Beberapa papan reklame yang juga menyumpan pendapatan daerah Kabupaten Kudus. Foto: Rabu Sipan.
- Ads Banner -

Baca juga: PAD Dishub Kudus hingga Juni Capai Rp1,39 M, Terbesar dari Parkir Khusus

Famny menyampaikan, kontribusi penerimaan pajak terbesar berasal dari Pajak Penerangan Jalan yang sudah tercapai kurang lebih Rp 44 miliar atau setara 85,24 persen dari yang ditargetkan Rp 51,77 miliar.

“Untuk realisasi pajak jenis ini masih kurang sekitar Rp 7,6 miliar atau setara 14,76 persen dari target,” bebernya.

Kemudian, kontribusi penerimaan pajak terbesar kedua yakni berasal dari Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBBP2) yang sudah tercapai kurang lebih Rp 38,24 miliar. Nominal tersebut setara 99,74 persen dari target yakni sebesar Rp 38,34 miliar.

Lalu disusul Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang mampu merealisasikan pendapatan kurang lebih sebesar Rp 25 miliar dari yang ditargetkan kurang lebih sebesar Rp 34 miliar.

“Ketiga pajak itu merupakan prioritas dan selama ini memang menjadi penyumbang pendapatan terbesar,” ungkapnya.

Dia menuturkan, adapun realisasi pajak penerimaan dengan persentase tertinggi ditorehkan Pajak Hiburan. Pasalnya hingga 18 September, realisasi pajak ini sudah tercapai Rp 430 juta.

“Padahal target realisasi penerimaan Pajak Hiburan kurang lebih sebesar Rp 385 juta. Artinya realiasasi Pajak Hiburan sudah melebihi target atau setara 111,71 persen,” terangnya.

Kemudian disusul Pajak Sarang Walet yang sudah teralisasi 99,74 persen atau Rp 7,7 juta dari target sebesar Rp 7,8 juta. Lalu Pajak Hotel yang sudah tercapai 98,09 persen atau Rp 2,8 miliar dari yang ditargetkan kurang lebih sebesar Rp 9,7 miliar.

“Pajak Restoran realisasinya sudah 88,4 persen atau Rp 8,5 miliar dari target kurang lebih sebesar Rp 9,7 miliar,” tuturnya.

Baca juga: Kadishub Kudus Paparkan Perkembanganan Capaian Pendapatan Parkir Hingga Akhir Maret Ini

Sedangkan realisasi Pajak Air Tanah sudan tercapai 83,46 persen atau Rp 2,7 miliar dari yang ditargetkan sebesar Rp 3,3 miliar. Kemudian ada juga Pajak Reklame yang realisasinya sudah tercapai 81,98 persen atau Rp 2,7 miliar dari target sebesar Rp 3,3 miliar.

“Realisasi penerimaan masih rendah itu dari Pajak Parkir yang hanya tercapai 46,22 persen atau setara kurang lebih Rp 292 juta. Padahal target kami kurang lebih sebesar Rp 632 juta,” tutupnya.

Editor: Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler