BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus memanfaatkan teknologi untuk memaksimalkan pajak daerah. Teknologi tersebut adalah tapping box, yang berfungsi merekam setiap transaksi di tempat usaha yang ada di Kota Kretek.
Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus Eko Djumartono mengatakan, dalam memaksimalkan pedapatan pajak daerah, pihaknya memang memanfaatkan tapping box. Dengan adanya tapping box, semua transaksi di lokasi obyek pajak bisa terekam semua.
Baca juga: Realisasi Pendapatan Pajak Daerah Kudus Tercapai Rp 156 M, Penerangan Jalan Penyumbang Terbesar
“Sehingga nanti tak ada selisih pembayaran pajak dari para wajib pajak. Karena semua sudah terekam,” ujar pria yang akrab disapa Eko kepada Betamews.id, ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (7/12/2022).
Dia mengatakan, hingga saat ini ada sekitar 110 unit tapping box yang ditempatkan di lokasi usaha wajib pajak. Terdiri dari hotel, restoran besar, tempat hiburan serta parkiran.
“Untuk hotel, semua sudah dipasangi tapping bok, total ada 37. Sisanya, dipasang di tempat hiburan, parkiran dan restoran,” bebernya.
Dengan adanya tapping box tersebut, ungkap Eko, capaian pendapatan Pajak Daerah Kabupaten Kudus dari sektor hotel, restoran, hiburan dan parkiran hingga akhir November 2022 sudah tercapai lebih dari 100 persen. Artinya sudah melampui target.
“Rinciannya pajak hotel tercapai 103,81 persen, pajak restoran 108,63 persen, serta pajak hiburan sudah tercapsi 122,27 persen dan pajak parkir tercapai 103,75 persen,” rinci Eko.
Untuk unit tapping box, kata dia, disediakan oleh pihak Bank Jateng. Sehingga pihaknya memang tidak mengeluarkan anggaran sepeserpun untuk penyediaan tapping box tersebut.
“Tapping box disediakan oleh Bank Jateng. Termasuk untuk baterainya, kami tidak mengeluarkan anggaran untuk itu,” tandasnya.
Baca juga: Target Pendapatan Pajak Daerah Kabupaten Kudus Naik Rp 13 Miliar
Dia berharap, tahun depan akan ada penambahan tapping box agar penyerapan pajak daerah bisa makin meningkat. Namun, hal itu harus dikoordinasikan dengan pihak Bank Jateng selaku penyedia tapping box.
“Sebenarnya kami ingin ada penambahan tapping box. Namun, kita harus koordinasi dengan Bank Jateng selaku penyedia tapping box, bisa atau tidak dilakukan penambahan,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

