31 C
Kudus
Sabtu, Februari 4, 2023
BerandaSOLOGibran Ingin Ganti...

Gibran Ingin Ganti Nama Jalan Diponegoro Depan Pura Mangkunegaran Jadi Jalan Ngarsopuro

BETANEWS.ID, SOLO – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka berencana mengganti nama Jalan Diponegoro yang berada di depan Pura Mangkunegaran menjadi Jalan Ngarsopuro. Menurutnya, nama Ngarsopura lebih pas disematkan di jalan yang berada di Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Solo itu.

“Kemarin saya mengajukan pergantian nama jalan. Tapi saya masih konsultasi dengan para budayawan juga dengan sesepuh di Mangkunegaran,” ujar Gibran, ketika dijumpai di depan kantornya, Kamis (1/12/2022).

Gibran mengatakan, usulannya untuk mengganti nama Jalan itu untuk menyesuaikan lokasi dengan nama. Apalagi, maayarakat juga lebih banyak yang menyebut lokasi itu dengan Ngarsopuro dibandingkan dengan Diponegoro.

Baca juga: Belum Ada Penerbangan Langsung Internasional ke Solo, Sandiaga Akan Komunikasi dengan Maskapai

“Ngarsopuro itukan artinya ‘di depan Pura’. Tapi nanti dulu ya, durung (belum) pasti kok, saya lagi konsultasi,” paparnya.

Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu menerangkan bahwa penggantian nama jalan bisa dilakukan dengan menggunakan Peraturan Wali Kota (Perwali).

“Itu kan masalah administrasi, ganti alamat. Perwali saja beres. Di sepanjang jalan situ kan tidak ada yang menempati, cuma sekolah dan gedung kelurahan. Kalau mau ganti administrasi gampang,” jelasnya.

Seperti diketahui, lokasi Jalan Diponegoro hingga koridor Jalan Gatot Subroto (Gatsu) saat ini tengah dilakukan revitalisasi. Kawasan itu nantinya akan disulap menjado ‘Malioboro’-nya Kota Solo.

Baca juga: TSTJ Ganti Nama Jadi Solo Safari, FX Rudy Sarankan Tetap Sematkan Nama Jurug

Berbagai fasilitas yang ramah bagi pejalan kaki juga ditambah, seperti bangku, kanopi, guiding block untuk penyandang disabilitas, lampu penerangan, serta beberapa hal lainnya.

Pada perempatan Pasar Pon juga dibangun dua buah gapura. Di mana gapura tersebut pada bagian  Utara dibuat khas ala Mangkunegaran dengan cat warna hijau, sedangkan pada bagian Selatan dibuat identik dengan Keraton Kasultanan yang berwarna biru.

“Pemilihan warna itu masukan dari warga sama budayawan,” tandas Gibran.

Editor: Ahmad Muhlisin

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,383FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
100,000PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler