BETANEWS.ID, DEMAK – Salah satu rumah yang berada di Desa Mlatiharjo, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak itu terlihat banyak aktivitas para pembatik. Tampak beberapa orang sedang menyanting, mewarnai, dan menggambar pola.
Di Desa Mlatiharjo itu memang telah terkenal dengan desa wisata edukasi pertaniannya. Berangkat adanya konsep itu, pemilik usaha Batik Mlatiharjan Arif Purwanto (45) dan Kusmi Darminik (45) dalam Usaha Peningkatan Pendapatan Kelompok Sejarahtera (UPPKS) Batik Mlatiharjo, mengenalkan pertanian desa lewat motif batik.

Baca juga: Alfa Shoofa, Angkat Batik Motif Kudusan yang Penjualannya Sudah ke Berbagai Kota Besar di Indonesia
“Kalau di Mlatiharjan kan ada kebun kelengkeng, jadi kita angkat motif pertanian, ada motif kelengkeng dan padi, serta ada motif jago tarung,” kata Arif pada Betanews.id, Jumat (2/12/2022).
Menurut Arif, adanya motif pertanian itu sebagai upaya untuk mendukung program desa wisata Mlatiharjo yang memiliki keunggulan pada pertanian organiknya. Melalui kerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Batik Mlatiharjan dapat menjadi oleh-oleh bagi pengunjung yang berwisata.
“Batik Mlatiharjan itu diambil dari nama Desa Mlatiharjo yang kebetulan ada wisata edukasinya, sehingga kepala desa yang dulu ingin ada oleh-oleh khas, biasanya kan memang dari hasil pertanian seperti buah kelengkeng, beras merah dan putih, nah pingin ada yang lain, terus diprakarsai batik,” imbuhnya.
Sementara itu, Kusmi menerangkan, terdapat dua jenis batik yang ia sediakan, yakni batik cap dan batik tulis. Selain motif pertanian, ia juga menyediakan motif khas Demak seperti belimbing, jambu, masjid, pesisiran dan bledeg.
“Untuk pembuatan, kain katun prima dicap menggunakan alat, lalu diwarnai dasar atau blok, setelah itu fiksasi dulu. Jadi ada penguncian warna supaya warna tidak pudar. Setelah itu kita lorot dengan cara merebusnya, ketika sudah, baru dijemur,” terangnya.
Baca juga: Mulai Harga Rp 100 Ribu, Laksmi Art Batik Sediakan Puluhan Motif Khas Semarangan
Tidak hanya kain, Arif dan Kusmi juga mengembangkannya dalam bentuk kreasi lainnya, di antaranya sajadah batik, sarung, topi pantai, kemeja, dan lain-lain. Untuk harga kain Batik Mlatiharjan dengan satu perwarnaan dijual Rp 130 ribu dan dua pewarnaan Rp 140 ribu.
“Alhamdulillah untuk pemasaran kita difasilitasi oleh Dinas Pariwisata dan diikutsertakan dalam pameran di Semarang dan Cilacap. Kemarin juga ada permintaan dari Lampung Batik Pesisiran,” jelasnya.
Sedangkan untuk mendapatkan Batik Mlatiharjan, pembeli dapat memesannya melalui Instagram @Arif.purwanto.908132 atau nomor WhatsApp 085290165962.
Editor: Kholistiono

