Alfa Shoofa, Angkat Batik Motif Kudusan yang Penjualannya Sudah ke Berbagai Kota Besar di Indonesia

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan Sudirmono No 178, Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, terdapat rumah produksi batik Kudus bernama Alfa Shoofa Batik Kudus.

Ketika memasuki rumah produksi, tampak beberapa perempuan sedang membatik pada kain putih yang telah diberi pola. Dengan alat berupa canting, mereka menggoreskan malam panas mengikuti pola yang tergambar. Sedangkan di tempat lain, dua orang pekerja tampak mengerjakan batik cap dengan alat cap.

Menurut Ummu Asiyati (60), Pemilik Alfa Shoofa Batik Kudus, tempatnya itu memproduksi batik Kudus dengan dua teknik. Yakni teknik batik tulis dan teknik batik cap. Sedangkan motifnya menggunakan motif repro kuno dan motif Kudusan.

-Advertisement-
Ummu Asiyati, Pemilik Alfa Shoofa Batik Kudus. Foto: Erna Safitri.

Baca juga: Alfa Shoofa Punya Belasan Corak Batik Khas Kudus yang Cocok untuk Berbagai Acara

“Workshop kita memang pakai dua Teknik, yaitu batik tulis dan batik cap dengan menggunakan malam panas dengan beragam motif Kudusan dan repro,” ungkapnya, Minggu (2/10/2022).

Lebih lanjut, motif repro kuno yang dipakainya yakni kapal kandas, romo kembang, pagi sore, gendoro gendiri, paseran, hong merak. Sedangkan motif Kudusan berupa motif Menara Kudus, wayang klitik, cengkeh, pamelo, kopi, buah parijoto, Tari Kretek dan rumah adat Kudus.

Alat batik yang digunakannya yaitu canting dengan berbagai ukuran, wajan dan kompor untuk melelehkan malam, serta alat cap untuk batik cap.

“Prosesnya pertama harus ada konsep, bikin pola, digambar pada kain, kainnya harus di rebus dulu pakai tawas dan soda agar pori-pori kain terbuka sehingga warna bisa menyerap dengan baik. Baru dicanting, lalu diberi warna, dan yang akhir di sogo,” ujarnya.

Ummu menambahkan, sebelumnya sejak tahun 1992 dirinya lebih dulu mendirikan usaha border. Namun karena usaha bordirnya tidak ada kemajuan dan hanya jalan di tempat, ia kemudian perpindahan pada usaha batik.

Usaha batik ini digelutinya sejak tahun 2008, awalnya ia belajar batik kepada temanya di Semarang berupa batik tulis. Lanjut ia belajar ke Bandung dan mulai mengenal batik cap yang kemudian sampai kini ia gunakan.

“Mulai tertarik dengan batik sejak tahun 2008, belajar dari batik tulis sampai batik cap di Bandung atas saran teman,” ungkapnya.

Baca juga: Peringati Hari Batik Nasional, Alfa Shoofa Gelar Acara Membatik Sepanjang 10 Meter

Dalam membuat batik, Ummu tidak hanya memperhatikan keindahan motif yang ia tampilkan saja, melainkan kualitas bahan pewarna dan juga kain yang digunakan. Untuk harga batik buatanya mulai dari Rp115 ribu hingga jutaan per 2,5 meter kain batik.

“Penjualan batik Alfa Shoofa ini tidak hanya di Kudus saja, ada di Semarang, Pati, Yogyakarta, dan Jakarta,”Pungkasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER