31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaKISAHKisah Generasi Ketiga...

Kisah Generasi Ketiga Penjual Pecel Pakis Mbok Yanah yang Tak Pelit Resep Rahasia Jika Ada yang Minta

BETANEWS.ID, KUDUS – Warung Pecel Pakis Mbok Yanah yang tidak jauh dari Makam Sunan Muria itu terlihat ramai pengunjung. Mereka dilayani oleh seorang wanita yang dengan cekatan mencampurkan beberap sayur, sebelum disiram bumbu pecel.

Kuliner khas Kabupaten Kudus itu memang jadi primadona banyak orang, baik bagi peziarah maupun orang yang sengaja ke Colo untuk menikmati Pecel Pakis itu. Bahkan saking legendarisnya, penjualnya kini sudah diteruskan sampai generasi ketiga, yaitu Soliyati (70).

Pecel Pakis Mbok Yanah yang legendaris dan jadi langganan pejabat. Foto: Sekarwati

Menurut Soliyati, tempatnya itu merupakan warung pecel pakis pertama di Kudus. Warung itu dirintis oleh simbahnya pada masa setelah kemerdekaan. Adanya pecel pakis itu bermula dari simbahnya yang pernah mengabdi di Solo kemudian membawa resep itu ke Kudus. Saat ini, warungnya sudah mulai beralih ke generasi keempat, yaitu anaknya yang bernama Rohmah Dwi Astuti.

- Ads Banner -

Baca juga: Pecel Pakis Mbok Yanah di Colo Ini Pelanggannya Mulai Pejabat hingga Megawati

“Simbah dulu kan mengabdi di Solo. Bumbu pecel itu dibawa ke desa kemudian dibuat kalau ada tamu itu disuguhkan, itu malah laris gitu. Terus kalau misal ada pejabat kabupaten di Graha (Hotel Graha Muria) juga, yang disuguhkan pecel Mbok Yanah itu sampai sekarang,” katanya pada betanews.id, Sabtu (12/11/2022).

Soliyati lantas menceritakan upayanya menjaga resep turun temurun itu hingga sekarang. menerangkan yang membuat cita rasa masakannya enak, karena bumbu pecelnya yang dibuat dari perpaduan gula tebu dan aren. Sedangkan isiannya ia menggunakan sayur pakis, kecambah, dan kacang.

“Sampai sekarang bumbunya masih sama, tidak tak tambah atau kurangi. Dulunya kan pakai gula tebu, sekarang itu pakai gula aren tapi masih tak kasih tebu,” terangnya.

Warung yang buka setiap hari pada pukul 7.00-17.00 itu memang tidak pernah sepi pembeli. Bahkan,  ia kerap mendapatkan orderan dari pejabat sampai jadi langganan Presiden ke-5 Megawati Soekarno Putri.

Baca juga: Pecel Pakis, Kuliner Legendaris Khas Muria yang Menggugah Selera

“Di sini tidak pernah sepi, karena di sini ada pengunjung terus. Kalau Minggu malah ramai dari peziarah, kebanyakan dari rumahan, bahkan ada yang langganannya dulu sampai sekarang datang terus,” jelasnya.

Tidak hanya itu, sering menjadi jujugan pejabat lantas tidak membuat Soliyati angkuh. Ia bahkan tidak segan memberikan resep pecel yang dihargai Rp10 ribu per porsi itu, apabila ada yang memintanya.

“Kalau ada minta resepnya malah tak kasih kok, tapi kan tangan tetap beda rasa. Masalah rezeki nanti kan terserah yang di atas karena sudah dibagi. Jadi saya tidak percaya kesaing,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Sekarwati
Sekarwati
Sekarwati adalah reporter Beta News yang bergabung pada 2022. Pernah menempuh pendidikan di UIN Walisongo Semarang Jurusan Komunikasi.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler