31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaKUDUSDongkrak Penjualan, Pelaku...

Dongkrak Penjualan, Pelaku UMKM di Kudus Diberi Pelatihan Branding Produk

BETANEWS.ID, KUDUS – Belasan emak-emak terlihat duduk di salah tempat di B’lian Resto Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Sembari melihat layar yang menampilkan berbagai informasi, mereka tampak antusias menyimak materi yang diberikan oleh seorang instruktur. Kegiatan tersebut adalah pelatihan branding produk yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Mikro (Disnakerperinkop-UKM).

Ditemui di lokasi, instruktur pelatihan yakni Dedy Kurniawan mengatakan, di dunia wira usaha, branding produk sangatlah penting. Sebab, branding itu bisa jadi identitas sebuah produk. Sehingga, produk tersebut bisa diminati banyak orang.

“Tentunya sesuai dengan pangsa pasar yang dituju. Karena sebenarnya itu tidak ada produk yang tidak laku, tapi yang ada itu produk yang tidak tepat. Oleh karenanya, pelatihan ini memberikan branding produk yang benar,” ujar pria yang akrab disapa Dedy kepada Betanews.id, Selasa (1/11/2022).

Warga mengikuti pelatihan branding produk. Foto: Rabu Sipan.
- Ads Banner -

Baca juga: Jangkau Peserta Lebih Banyak, Pemkab Kudus Gelar Pelatihan Hingga Tingkat Desa

Dedy mengungkapkan, materi yang diajarkan kepada peserta pelatihan branding produk, meliputi brand blue print, brand delivery serta brand evaluation. Untuk brand blue print adalah tahap perencanaan dalam pemasaran sebuah produk.

“Di tahap ini kita ajarkan peserta untuk mengetahui nilai dari produknya. Misal keunggulan dan keunikan produk tersebut. Sehingga nanti bisa menentukan segmentasi pasar yang akan dibidik,” bebernya.

Kemudian, lanjutnya, ke materi brand delivery, yakni tentang penyampaian sebuah produk ke target pasar melalui branding. Misal penentuan logo, kemasan, font huruf hingga warna pada logo dan font juga harus ditentukan sesuai pangsa pasar yang ditarget.

“Pembuatan logo, kemasan, font huruf hingga warna itu menentukan kelas produk kita. Apa di kelas atas, menengah atau bawah. Jadi harus simpel tapi menarik hingga menarik minat orang untuk membeli,” jelas Dedy.

Tahap terakhir, kata Dedy yakni materi brand evaluation. Di tahap ini para peserta diberikan pelatihan evaluasi terkait seberapa bagus penjualan produknya. Jika belum sesuai target, bisa dilakukan evaluasi nama, kemasan dan lainnya.

“Evaluasi tetap harus dilakukan setiap ada penurunan penjualan atau produknya tak diminati pasar. Percayalah, tidak ada produk yang tidak laku, yang ada produk tidak tepat,” tandasnya.

Dia menuturkan, pelatihan branding produk ini sudah berjalan sekitar sepekan, dari 12 hari yang ditentukan. Untuk jumlah pesertanya sebanyak 16 orang yang berasal dari warga sekitar yang sudah memiliki produk usaha.

“Harapannya dengan pelatihan ini, peserta nantinya bisa membranding produk mereka masing-masing sesuai yang kita ajarkan. Sehingga ke depan, apa pun produknya mereka bisa menjual dengan tepat dan laris,” harapnya.

Sementara itu, satu di antara peserta yakni Tri Yuliatun mengatakan, tertarik ikut pelatihan agar bisa membuat brand pada produk usahanya. Sebab, selama ini brand produknya kurang menarik dan ia kesulitan bikin brand tersebut.

“Saya punya produk kerupuk Lala, tapi brandnya bagiku kurang menarik. Oleh karenanya ketika ada pelatihan branding produk ini, saya sangat antusias untuk mengikutinya,” ujar warga Desa Undaan Lor Gang 24 tersebut.

Dia mengaku, selama sepekan ikut pelatihan sudah banyak materi yang didapat. Selain terkait brand produk, juga cara mencari solusi ketika ada permasalahan di penjualan dan lainnya.

“Pelatihan ini menurutku sangat bermanfaat, terutama orang desa seperti saya ini. Dengan pelatihan ini, semoga saya bisa membuat branding yang bagus untuk produk usahaku sehingga makin diminati dan laris,” bebernya.

Baca juga: Ciptakan Wirausaha Baru, Pemkab Kudus Gelar Ratusan Paket Pelatihan untuk 4.496 Warga

Terpisah, Kepala Disnakerperinkop-UKM Kabupaten Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati mengatakan, Pemkab Kudus tahun ini menyelenggarakan 84 jenis pelatihan, satu di antaranya adalah pelatihan branding produk. Dengan pelatihan tersebut, diharapkan warga Kudus bisa membranding produknya sebagus mungking sesuai keinginan pasar.

“Dengan branding yang tepat diharapkan produk usaha warga Kudus bisa makin diminati dan makin laris,” ujar Rini.

Dia mengatakan, bahwa pelatihan tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2022. Yang mana sebagian kegunaannya adalah untuk penindakan dan sosialisasi terkait cukai. Hal itu sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 215/2021 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.

Editor: Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler