BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pembeli tampak berdiri di belakang mobil yang terparkir di depan Pabrik Mulyatex, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Mereka dilayani oleh seorang perempuan yang dengan cekatan membubuhkan toping sesuai varian yang dipilih para pembeli itu.
Lapak milik Sobirin Ahmad itu memang belum lama menempati area tersebut. Tempat jualan bernama Donat Susu Bismillah itu menggunakan mobil untuk memudahkan penjualan.

Di lapaknya, Sobirin menjual donat yang tidak menggunakan kentang. Namun, untuk tekstur dan rasa, ia mengklaim sebanding dengan brand terkenal.
Baca juga: Jadi Primadona, Pisang Keju 31 Ini Porsinya Gede, Varian Rasa dan Topingnya Banyak
“Untuk adonan tidak memakai tepung kentang, tapi rasa dan empuk donat ini bisa menyerupai dengan donat bermerek. Harganya juga lebih murah dibandingkan dengan donat bermerek,” beber Sobirin kepada betanews.id, Jumat (4/11/2022).
DI lapaknya itu, Sobirin menyediakan banyak varian rasa seperti tiramisu, cokelat, taro, stroberi, green tea, mangga, kacang, keju, choco chip, dan almond.
“Untuk kemasan ada dua yaitu yang berisi tiga biji donat dan enam biji donat. Yang isi tiga Rp11 ribu, kemudian Rp20 ribu untuk donat yang berisi 6 biji,” rinci bapak dua anak tersebut.
Kebanyakan pembeli, kata Sobirin, dari ibu-ibu dan anak-anak yang menyukai donat. Setidaknya ia bisa menjual antara 15 sampai 20 kardus berukuran besar setiap harinya. Sedangkan untuk hari Minggu, pihaknya berjualan di Balai Jagong Kudus, yang mampu menjual 30 kardus.
Baca juga: Telor Congkel, Jajanan Unik yang Jadi Primadona Baru Pecinta Ngemil di Kudus
Tak hanya berjualan di tepi jalan, ia juga menitipkan donat-donat yang dibuat ke belasan warung di sekitar rumahnya. Selain itu juga melayani pesanan di melalui nomor WhatsApp 0821 3804 2820.
“Setiap harinya membuat adonan tiga kilogram. Di mana sekilonya bisa menjadi 40 biji donat. Khusus hari Minggu bisa membuat adonan 5 kilogram,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

