31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaKUDUSDidesain Mirip Masjid...

Didesain Mirip Masjid Agung Demak, Pembangunan Masjid Al-Husna Mijen Diperkirakan Capai Rp 4,8 Miliar

BETANEWS.ID, KUDUS – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Rukun Abdi Luhur dan Keluarga Besar Soetrimo dan Akhadah memberikan bantuan sebesar Rp 400 juta untuk pembangunan Masjid Jami’ Al-Husna, Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Bantuan tersebut diharapkan mampu membantu dan memperlancar pembangunan masjid yang berdesain mirip Masjid Agung Demak tersebut.

Bantuan tersebut diserahterimakan secara simbolis oleh perwakilan Keluarga Besar Soetrimo yakni Irwansyah kepada Nadhir Masjid Jami’ Al-Husna, Misbahul Anam. Irwansyah mengatakan, bantuan sebesar Rp 400 juta untuk pembangunan Masjid Al-Husna ini adalah yang ke dua kalinya.

“Sebelumnya, keluarga besar kami dan KSP Rukun Abdi Luhur juga memberikan bantuan untuk pembangunan Masjid Al-Husna ini sebesar Rp 100 juta. Jadi total bantuan sebesar Rp 500 juta,” ujar Irwansyah kepada Betanews.id.

Sumbangan pembangunan Masjid Al-Husna Desa Mijen dari KSP Rukun Abdi Luhur. Foto: Rabu Sipan.
- Ads Banner -

Baca juga: Yayasan Tunas Muria Lakukan Perbaikan Jalan di Desa Mijen Kudus

Dia berharap, bantuan tersebut bisa bermanfaat dan membantu dalam pembangunan masjid. Serta semoga dia dan keluarganya punya rezeki lebih, agar ke depan bisa menambah bantuan untuk pembangunan Masjdi Al-Husna.

“Semoga bantuan ini bermanfaat. Semoga kami ada rezeki lagi, sehingga bisa memberikan bantuan lagi,” Harap Irwansyah yang juga anggota DPRD Kudus tersebut.

Perwakilan dari KSP Rukun Abdi Luhur yakni Sugiyanto menambahkan, tujuan dari pemberian bantuan ini tak lain adalah agar membawa berkah bagi semua. Berkah bagi yang memberikan bantuan maupun berkah juga untuk warga yang nantinya memanfaatkan Masjid Al-Husna untuk beribadah.

“Semoga saja bantuan berkah untuk semuanya. Membawa berkah bagi kita semua yang ada di alam dunia,” imbuhnya.

Sementara itu Nadhir Masjid Al-Husna yakni Misbahul Anam bersyukur ada dermawan yang mau membagikan rezekinya untuk pembangunan masjid. Ia berharap, pembangunan masjid bisa lancar tanpa ada kendala apa pun, termasuk terkait dana.

“Alhamdulillah ada bantuan dana dari keluarga besar Pak Haji Soetrimo dan KSP Rukun Abdi Luhur. Semoga bantuan dana ini makin memperlancar pembangunan masjid,” ujarnya.

Dia mengatakan, keberadaan Masjid Al-Husna ini sangat penting bagi warga sekitar. Karena, selama ini, masjid yang ada lokasinya cukup jauh. Padahal, di sekitar wilayah tersebut terdapat pasar, pabrik serta Rumah Sakit Umum Kumala siwi.

“Bahkan beberapa kali orang yang besuk atau nunggu pasien di RSU Kumala Siwi saat hari Jumat itu bertanya masjid untuk Jumatan. Setelah dikasih tahu dan lokasi masjid jauh, mereka pun terpaksa urung berangkat Jumatan. Sehingga keberadaan masjid ini sangat penting dan diperlukan,” bebernya.

Dia mengatakan, Masjid Al-Husna berdiri di lahan seluas 1137 meter persegi, dengan luas bangunannya sekitar 650 meter persegi. Pembangunan dimulai tanggal 29 Mei 2022 dan hingga saat ini pembangunannya sudah sekitar 30 persen. Sesuai rencana anggaran biaya (RAB), pembangunan masjid akan membutuhkan dana kurang lebih Rp 4,8 miliar.

“Dana tersebut sudah termasuk pembelian tanah untuk lokasi dibangunnya masjid yang sebesar Rp 1,137 miliar dengan estimasi harga tanah Rp 1 juta per meter persegi. Sedangkan proses pembangunan diperkirakan sekitar satu tahun,” jelasnya.

Baca juga: Satu Lagi Berdiri Perguruan Tinggi di Kudus, Poltekun Cetak SDM Siap Kerja

Dia mengatakan, Masjid Al-Husna nantinya berdesain masjid klasik, mirip dengan Masjid Agung Demak. Ada joglo dan atapnya tajug bertingkat. Serta ada gebyok khas Kudus dan ornamen ukiran.

“Kami memang sepakat memilih desain masjid klasik dan tak ada kubah kayak masjid modern. Sebab, menurut kami, masjid berdesain klasik itu insyallah hingga anak cucu tetap tidak ketinggalan zaman dan tidak membosankan. Serta masjid desain klasik itu perawatannya lebih irit dan simpel karena tidak butuh banyak kipas angin atau AC,” imbuhnya.

Pembangunan masjid, perkiraan awal butuh waktu sekitar sembilan bulan. Namun, karena ada basement dan akan dimanfaatkan sebagai Tempat Pendidikan AL-qur’an (TPQ) hingga pembangunannya diperkirakan molor jadi setahun.

Editor: Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler