31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Berkat Lapak Ganjar, Omzet Wedang D’liz Asal Magelang Naik dari Rp200 Ribu Jadi Rp800 Ribu Sehari

BETANEWS.ID, MAGELANG  – Elisa Anggraeni terlihat sedang mengemas beberapa bungkus wedang instan dalam sebuah wadah. Setelah terbungkus rapi, ia terlihat menulis sebuah alamat pada secarik kertas yang kemudian ditempelkan pada bungkus itu.

Aktivitas tersebut kini memang jadi agenda hariannya setelah usaha bernama Wedang D’liz itu makin moncer sejak ikut Lapak Ganjar. Bahkan, tak hanya kirim ke berbagai daerah di Indonesia, produknya itu sudah merambah pasar Jepang.

“Awal mulanya itu, pas pandemi kita ingin promo. Kemudian kita ada di Instagram. Muncul Lapak Ganjar. Terus kita coba bikin stori (instastory), di-tag ke @lapakganjar dan @ganjar_pranowo. Berharap nanti bisa di-repost agar kita semakin dikenal,” kata Elisa, di tempat produksinya, Jowahan RT 1 RW 5, Wanurejo, Borobudur,  Kabupaten Magelang, Jumat (25/11/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Lukisan dari Limbah Plastik Asal Pati Mendunia, Ja’far Dibuat Kewalahan Berkat Lapak Ganjar

Ternyata, storinya tersebut di-repost Lapak Ganjar. Bahkan,  dia sempat tak percaya jika unggahannya itu menjadi yang pertama di-repost. Mulanya, dia mengira jika semua unggahan yang direpost itu hanya bualan. Belum sampai 24 jam di-repost Lapak Ganjar, manfaat mulai dirasakan, yakni adanya orderan yang masuk di nomor teleponnya.

“Ada yang chat WA (Whatsapp). Ada yang beli, beliaunya itu tinggalnya di Jepang. Dia minta dikirimi wedang rempah,” ungkapnya menceritakan.

Sebelum ikut Lapak Ganjar, usahnya hanya bisa menjual produknya di dalam kota hingga luar kota. Elisa mengaku belum pernah menjual produknya hingga ke luar negeri. Semenjak ikut Lapak Ganjar itulah ada pesanan dari Jepang.

“Ke Jepang (kirim) baru dua kali. Karena saya kan ikut Lapak Ganjar belum lama. Direpost-nya paling dua bulan lalu,” terang dia.

Baca juga: Lapak Ganjar Bawa Usaha Gamelan di Sukoharjo Tembus Pasar Mancanegara

Dia mengaku, manfaat ikut Lapak Ganjar lainnya yaitu usahanya kini jadi lebih dikenal masyarakat dan banyak yang order. Bahkan, ada wisatawan Candi Borobudur dari Jakarta, mengunjungi tempat usahanya usai membuka Lapak Ganjar. Elisa juga menuturkan, penjualannya juga meningkat usai ikut Lapak Ganjar. Yaitu sekitar 15 persen.

Saat ini, jumlah produksi wedang mencapai 200 buah per hari. Keikutsertaanya di Lapak Ganjar juga membuat peningkatan pada omzet. Awal sebelum ikut Lapak Ganjar sekitar Rp200 ribu-300 ribu per hari, kini sudah mencapai Rp800 ribu. Adapun jumlah karyawan saat ini mencapai lima orang. Jumlah karyawan akan bertambah tiga orang bila terjadi peningkatan produksi.

Produknya merupakan wedang rempah sejenis wedang uwuh asal Yogyakarta. Yang membedakan, wedang uwuh dan rempah adalah komposisi dan manfaatnya.

“Wedang uwuh itu lebih ke hangat dan pedas. Kalau wedang rempah ini menyegarkan. Cocok untuk kalangan milenial, kalangan masa kini dan anak muda,” ujar Elisa.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER