31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Belasan Tahun Jadi Teknisi Listrik dan Terpuruk saat Pandemi, Sobirin Bangkit dengan Jualan Donat

BETANEWS.ID, KUDUS – Sobirin Ahmad (44), bersama istrinya terlihat sedang melayani pembeli yang datang ke lapaknya berjualan donat. Dalam berjualan donat dengan brand Donat Susu Bismillah, ia memilih untuk menggunakan mobil, sehingga bisa berkeliling. Kali ini, ia memilih tempat berjualan di tepi Jalan Getas Pejagan, depan pabrik Mulyatex.

Di sela aktivitasnya, Sobirin begitu ia akrab disapa bersedia berbagi kisahnya berjualan donat dengan mobil. Ia menuturkan, belasan tahun bekerja sebagai teknisi listrik di Ibu Kota, bapak dua anak itu terpaksa berhenti dari kerjaannya karena pandemi. Menurutnya saat itu tidak ada garapan sama sekali di kala Covid-19 sedang melanda.

Donat Susu yang dijual Sobirin di Getas pejaten. Foto: Kaerul Umam

“Saya sudah lama sekali kerja sebagai teknisi listrik, kurang lebih ya 15 tahunan. Dan saat itu tidak ada pekerjaan apapun setelah ada pandemi. Pekerjaan yang sudah lama itu harus terhenti,” beber Sobirin kepada Betanews.id, Jumat (4/11/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Donat Susu Bismillah, Teksturnya Lembut dan Empuk, Tak Kalah dengan Produk Brand Besar

Akhirnya iapun memutuskan pulang ke tempat asalnya yakni di Desa Undaan Kidul RT 2 RW 5, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Di daerahnya itu, ia kebingungan mencari peluang usaha yang bisa menghasilkan uang untuk menafkahi keluarganya. Kemudian ia mencoba berwirausaha dengan berjualan martabak.

“Awal berjualan bagus sekali, lapak masih banyak yang membeli. Namun pada saat bulan April 2021 saat pandemi sedang tinggi-tingginya, penjualan terdampak dan sepi. Kemudian saya mencoba membuat donat yang tidak banyak orang sanggup membuatnya. Karena donat ini sangat ribet dan harus sabar,” ujarnya.

Menurutnya, ia mulai jualan donat itu sejak Oktober 2021 yang awalnya dititipkan ke warung-warung di sekitar rumahnya. Total ada 15 warung yang dititipi donat buatannya dengan 15 donat setiap warungnya. Ia juga sempat menyewa tempat berjualan donat di area Undaan. Namun tidak bertahan lama karena sepi.

Baca juga: Jadi Impiannya Sejak SMA Miliki Bisnis Kuliner, Kini Arik Sukses Rintis Usaha Mi Level

“Dulu setiap hari pasti kirim karena masih stabil penjualan donat yang saya titipkan ke warung. Namun saat ini ada penurunan, sekarang kirim tiga hari sekali. Karena pada penurunan itu, kemudian saya dan istri berjualan di tepi jalan yang ramai dilewati orang dengan berjualan di dalam mobil,” terangnya.

Ia menjelaskan, alasan berjualan dengan memanfaatkan mobil itu lantaran cuaca yang tak menentu dan sering turun hujan. Menurutnya, dengan berjualan di mobil bisa lebih cepat berkemas saat hujan.

Alhamdulillah sampai saat ini setelah berjualan selama tiga pekan di sini penjualan dan respon bagus. Sehari bisa menjual 15 sampai 20 kardus besar yang berisi 6 biji donat,” tambahnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER