31 C
Kudus
Selasa, Desember 6, 2022
BerandaUMKMUnik, Warga Demak...

Unik, Warga Demak Ini Buat Kaligrafi dari Kelaras

BETANEWS, DEMAK – Di Desa Weding, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, terdapat rumah produksi yang memanfaatkan daun pisang kering atau kelaras dan pelepah pisang menjadi kerajinan kaligrafi. Tampak beberapa kaligrafi karya dari Wan Craft tersebut, tertata rapi di etalase ruang tamu.

Pemilik Wan Craft Agus Setiawan (27) mengatakan, ide untuk membuat kerajinan kaligrafi itu bermula ketika dirinya banyak banyaknya kelaras dan pelepah pisang di kebunnya. Kemudian terpikir olehnya untuk memanfaatkan barang tersebut menjadi sesuatu yang memiliki nila jual yakni kaligrafi.

“Di belakang rumah saya ada banyak sekali daun pisang, akhirnya saya pilih memanfaatkan daun dan pelepah pohon pisang ini. Sehingga pohon pisang tidak hanya diambil buahnya saja, tapi juga daun dan pelepahnya,” katanya pada Betanews.id, pada Kamis (20/10/2022).

Beberapa pengunjung sedang melihat kerajinan kaligrafi dari kelaras dan aneka kerajinan lainnya di Wan Craft Demak. Foto:
- Ads Banner -

Baca juga: Kaligrafi Ukir dari Limbah Kayu Karya Arifin Sudah Tembus Pasar Malaysia

Berbeda dengan kaligrafi pada umumnya, menurut Agus, kaligrafi kelaras dan pelepah pisang atau debog memiliki keunikan tersendiri. Hal itu, terlihat dari warnanya yang lebih natural dan terkesan estetik.

“Kaligrafi kan biasanya pakai kuningan, aku mikir gimana cari yang beda, akhirnya pilih pakai kelaras dan debog. Harganya juga jauh, sama-sama kaligrafi, yang kuningan harganya separuhnya kaligrafi kelaras,” ujarnya.

Agus menerangkan, untuk membuat kaligrafi kelaras dan debog, mula-mula batang pisang diambil bagian luar kemudian dijemur. Hanya membutuhkan waktu 4-5 hari, dengan bahan-bahan lem fox, kertas, kayu bengkerai, dan cetakan, Agus dapat menghasilkan kaligrafi dengan bentuk yang indah.

“Pertama pelepahnya kita kelupas, lalu ambil yang paling luar, setelah itu kita kuas pakai cat water based biar warnanya natural. Untuk tulisannya pakai daun pisang kering, sebelum dibentuk, ditempel kertas agar tidak mudah sobek. Kemudian kita kasih spon hitam dulu baru tulisan agar tampak timbul,” terangnya.

Untuk harga kaligrafi buatannya, sangat beragam. Ia mencontohkan, kaligrafi dengan jam ukuran 70×90 sentimeter di Wan Craft, dijual dengan harga Rp 900 ribu, sedangkan tanpa jam Rp 400 ribu.

Selain kaligrafi, Agus juga menyediakan kotak tisu dan beberapa kerajinan dari enceng gondok, seperti tas, tempat sampah, tempat tisu, dan lain-lain.

Baca juga: Relief Kaligrafi dari Styrofoam Karya Huda yang Penjualannya Laris Manis

“Ada kaligrafi, kotak tisu, buku pelepah yang saat ini masih pengembangan. Untuk yang kaligrafi ini saja banyak macamnya. Yang paling laris kaligrafi surat Al Ikhlas dengan variasi jam ukuran 70×90 sentimeter,” ungkapnya.

Meskipun terbilang baru setahun, kerajinan kaligrafi kelaras dan debog di Wan Craft banyak diminati oleh kalangan pejabat di Kabupaten Demak. Agus juga pernah mengirim karyanya itu hingga ke Sumatera. Pembeli dapat memesannya secara langsung atau melalui aplikasi, di antaranya, Shopee, Tokopedia, TikTok, dan BPN Ladara.

Editor: Kholistiono

Sekarwati
Sekarwati
Sekarwati adalah reporter Beta News yang bergabung pada 2022. Pernah menempuh pendidikan di UIN Walisongo Semarang Jurusan Komunikasi.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler