BETANEWS, KUDUS – Di Kelurahan Mlati Norowito Gang 4, Kecamatan/Kabupaten Kudus, terdapat salah satu pengrajin yang memanfaatkan limbah kayu sebagai media ukir kaligrafi. Zaenal Arifin (56) namanya. Pria yang sudah menggeluti kerajinan kaligrafi sejak 1990 itu bahkan sudah menembus pasar Malaysia.
Di rumahnya, Arifin menyediakan kaligrafi yang bentuknya unik karena mengikuti medianya yang berupa limbah kayu mebel. Bahan tersebut terdiri dari kayu jati, mahoni, nangka, kelapa, mangga, dan jambu.
“Yang beli itu Alhamdulillah banyak dari luar kota, seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, orang Kudus juga banyak. Kalau yang paling jauh itu sampai Malaysia dan pernah dibawa ke Arab Saudi” katanya pada betanews.id, Rabu (27/7/2022).
Baca juga: Relief Kaligrafi dari Styrofoam Karya Huda yang Penjualannya Laris Manis
Menurut Arifin, ukiran kaligrafi yang bertuliskan ayat kursi, selawat futuhat, dan doa sapu jagat sering laris di pasaran. Sedangkan untuk harga, Arifin menjualnya mulai dari Rp50 ribu hingga Rp3 juta, tergantung ukuran dan tingkat kesulitannya.
“Semakin kecil biasanya semakin murah, tapi di sini malah mahal karena tingkat kesulitannya. Tapi kalau orang yang tidak tahu kan mengiranya murah, padahal pengerjaannya lebih teliti,” ungkapnya.
Untuk saat ini, Arifin hanya melayani pemesanan secara langsung mendatangi Galeri Ukir Kaligrafi yang ada di rumahnya. Akan tetapi, Arifin melayani pembelian lewat WhatsApp di nomor 0896 6034 9700.
Editor: Ahmad Muhlisin

