BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan pelajar dan mahasiswa mengikuti lomba Tari Kretek yang diadakan oleh Sanggar Tari Puring Sari. Lomba yang rutin digelar setiap tahun ini, dilangsungkan di Gedung Taman Budaya Sosrokartono Kudus, Sabtu (29/10/2022).
Ketua Panitia Aan Driasmara mengatakan, lomba Tari Kretek kali ini diikuti sebanyak 30 peserta dari cabang perorangan dan beregu. Adapun peserta dimulai dari tingkatan sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi.

Baca juga: 8 Sanggar Meriahkan Lomba Tari yang Digelar Museum Kretek
“Tahun ini pesertanya turun drastis, biasanya sampai malam kami masih mengadakan lomba Tari Kretek dan Pemilihan Putera Puteri Kretek. Tapi tahun ini yang beregu dan perorangan cuman 30, peserta dari sekolah dan perguruan tinggi,” katanya pada Betanews.id.
Ia katakana, Tari Kretek merupakan produk asli dari Sanggar Tari Puring Sari. Aan menambahkan, pada ajang lomba ini, pihaknya juga didukung dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Indonesia Kaya, dan Djarum Foundation.
“Karena Tari Kretek produk asli kami, jadi kami mengangkat Tari Kretek yang penciptanya ibu saya sendiri. Selain itu, kami juga selalu disupport Disbudpar dan Indonesia Kaya lewat bakti Djarum Foundation,” imbuhnya.
Aan menerangkan, lomba Tari Kretek dinilai secara langsung oleh pencipta Tari Kretek, yaitu Endang Tonny dan beberapa praktisi tari lainnya. Kegiatan yang diselenggarakan selama sehari itu, kemudian dilanjutkan dengan pemelihan Putera dan Puteri Batik, pada Minggu (30/10/2022).
“Untuk perorangan nanti kita seleksi, jadi nanti mereka masuk final, tapi yang beregu kita ambil langsung tiga besar,” terangnya.
Baca juga: Ragam Tarian Tradisional Khas Kota Kretek Ramaikan Ajang FLS2N
Aan berharap, kegiatan ini ke depannya dapat diselenggarakan lebih baik lagi. Termasuk dengan mengambilkan semangat lomba Tari Kretek setelah dua tahun terpaksa berhenti diterpa pandemi Covid-19.
“Sebenarnya tidak ada perbedaan dengan tahun kemarin, jadi ini masih coba-coba setelah adanya wabah pandemi Covid-19. Jadi harapan kami masih jauh, peserta tidak sebanyak tahun sebelum pandemi,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

