31 C
Kudus
Selasa, November 29, 2022
BerandaSEMARANGPabrik Pengolahan Ban...

Pabrik Pengolahan Ban Bekas Diduga Cemari Udara, Warga Boja Lapor ke Menteri Lingkungan Hidup

BETANEWS.ID, KENDAL – Kelompok Peduli Lingkungan (Kelingan) Boja melaporkan dugaan pencemaran lingkungan yang terjadi di Desa Meteseh, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Gubernur Jawa Tengah, dan Bupati Kendal, Kamis (13/10/2022).

Kuasa hukum Kelingan Boja Sukarman mengungkapkan, pencemaran udara itu terjadi di sekitar Perumahan Bancar Residence 2. Warga seringkali mendapati debu hitam serta bau tak sedap hingga harus dibersihkan atau menyapu lantai berkali-kali dalam sehari.

“Dugaan pencemaran udara ini sudah terjadi beberapa tahun sebelumnya,” kata pria yang juga yang juga Kepala Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) UNISBANK Semarang itu melalui siaran tertulisnya, Kamis (13/10/2022).

- Ads Banner -

Baca juga: Stok Vaksin Menipis, Sentra Vaksinasi di Kota Semarang Tutup Sementara

Menurutnya, pada 2015, warga di Dusun Jonjang dan Dusun Krajan Barat, Desa Meteseh, Boja melakukan aksi keberatan dan protes terhadap pebrik pengelola ban bekas, yaitu PT Citra Mas Mandiri. Bahkan, Gubernur Jateng telah menerbitkan Surat Keputusan Nomor 661.1/BLH.I/1236 tentang pengenaan sanksi administratif berupa paksaan pemerintah dalam rangka perlindungan dan pengelolan lingkungan hidup kepada penanggungjawab perusahaan.

Namun, lanjut Sukarman, sanksi administratif tersebut ternyata tidak menghilangkan pencemaran udara. Dalam lima bulan terakhir masyarakat sekitar masih mengeluhkan pencemaran udara.

Warga telah berinisiatif untuk melakukan uji udara secara mandiri menggandeng Laboratorium Persada pada Juli 2022. Hasilnya, emisi yang dihasilkan oleh pengelolan daur ulang ban bekas telah melebihi ambang batas.

Berdasarkan pengambilan sample selama 24 jam di wilayah Dusun Krajan, Desa Meteseh, kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, menunjukkan angka 1.549. Ambang batas udara ambien untuk TSP adalah 230, mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 22 tahun 2021.

Baca juga: Kasus DBD di Kota Semarang Naik Hingga 3 Kali Lipat

Hal tersebut juga terjadi pada jumlah Partikulat (PM 2.5) yaitu Partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 2.5 mikron (mikrometer) dan Partikulat (PM 10) Partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 10 mikron (mikrometer), masing-masing menunjukkan angka 69 dan 88, sementara ambang batas udara ambien untuk PM2.5 dan PM 10 adalah 55 dan 75.

Sukarman mengatakan, tindakan PT Citra Mas Mandiri telah melanggar Undang Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup jo Undang-Undang Nomor 11 tahun 2022.

Maka dari itu, Sukarman mendesak Menteri Lingkungan dan Kehutanan, Gubernur Jateng, dan Bupati Kendal melakukan langkah-langkah strategis untuk menghilangkan pencemaran terhadap pengelolaan ban bekas PT Citra Mas Mandiri.

“Melakukan tindakan hukum berupa pembekuan izin pembakaran ban bekas karena PT Citra Mas Mandiri mengabaikan sanksi administasi sebelumnya sesuai dengan Nomor 661.1/BLH.I/1236 yang dilakukan oleh BLH Jawa Tengah,” tegasnya mengakhiri.

Editor: Ahmad Muhlisin

Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler