31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Nganggur Setelah Alami Kecelakaan, Agus Akhirnya Bangkit dengan Bikin Kaligrafi Unik dari Kelaras

BETANEWS.ID, DEMAK – Pria itu tampak sibuk menata beberapa karya kaligrafinya di etalase ruang tamu. Terlihat beberapa pengunjung datang untuk melihat kerajinan yang ada di galeri Wan Craft di Desa Weding, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak.

Pemilik Wan Craft Agus Setiawan (27) di sela-sela aktivitasnya menceritakan awal mula dirinya membuat kaligrafi daun pisang kering atau kelaras dan debog pisang. Ia mengatakan, munculnya ide membuat kerajinan lantaran melihat sampah daun dan pelepah pisang yang terbuang begitu saja. Agus kemudian memanfaatkan dan mengubahnya menjadi nilai jual.

“Saya itu kalau lihat barang sampah suka pingin ubah gitu, seperti lihat uang, jadi mikir gimana caranya barang yang gak ada nilainya bisa menjadi barang jual,” katanya pada Betanews.id, Kamis (20/10/2022).

-Advertisement-
Selain kaligrafi, di galeri Wan Craft juga menyediakan aneka kerajinan yang terbuat dari eceng gondok. Foto: Sekarwati.

Baca juga: Unik, Warga Demak Ini Buat Kaligrafi dari Kelaras

Memiliki ide kaligrafi dari kelaras dan pelepah pisang, Agus menyebut terinspirasi dari kerajinan kaligrafi di Sayung yang sama-sama menggunakan pelepah pisang. Agus lalu membuat inovasi baru, dengan menambahkan kelaras dan membentuknya menjadi kaligrafi yang unik.

“Pertama dulu saya terinspirasi dari orang Sayung, ada yang bikin cuman tulisannya debog semua dan tidak timbul, jadi aku buat yang beda, akhirnya pakai daun. Pakai daun pisang pun lebih gampang dibentuk daripada debog dan ketika dilihat pun bagus yang daun,” imbuhnya.

Sebelum menjadi pengrajin kaligrafi dari kelaras dan pelepah pisang, Agus sempat bekerja di bengkel las. Akan tetapi, akibat musibah yang menimpanya ia nganggur dan kemudian bangkit, serta melihat peluang di sekitarnya.

“Waktu pandemi itu saya kecelakaan, jadi tidak ada kerjaan, nganggur akhirnya mikir, di situ kepikiran ada kesibukan gitu,” ujarnya.

Kaligrafi kelaras dan pelepah dijual mulai harga Rp 400-900 ribu. Kini pelanggan Agus bahkan telah sampai ke pulau Sumatera. Tidak hanya itu, ia juga beberapa kali mendapatkan orderan dari OPD di Demak.

“Orang umum banyak yang melirik, cuman yang banyak membeli dari kalangan pejabat atau masyarakat tingkat menengah ke atas,” terangnya.

Baca juga: Di-PHK Lalu Tekuni Kaligrafi, Ratmoko Butuh 8 Bulan Bikin Usahanya Ramai Pesanan

Selain membuat kerajinan dari kelaras dan pelepah pisang, Agus juga membuat dari bahan eceng gondok. Ia berharap, galeri Wan Craft dapat merambah hingga penjualan luar negeri.

“Target ke depan saya pingin ekspor, soalnya orang luar kan lebih menghargai kerajinan tangan. Tapi saya mau ekspor daerah yang mayoritas Islam, karena ini kan kaligrafi,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER