BETANEWS.ID, SEMARANG – Usaha kerajian kaligrafi kuningan Al Amin milik Ratmoko, warga Desa Kebondalem RT 1 RW 5 Jambu, Kabupaten Semarang yang baru dirintis delapan bulan lalu langsung berkembang pesat usai dipromosikan Lapak Ganjar. Saat ini, jangkauan pasar sampai ke Kalimantan, Sumatra, dan Nusa Tenggara Timur.
“Waktu itu saya kena PHK dari perusahaan peternakan. Dan, saya memilih untuk membuka usaha kerajinan kaligrafi kuningan. Kebetulan ada satu teman yang mau bareng,” katanya, Jumat (21/10/2022)
Lantaran baru, pemasaran hanya dilakukan melalui media sosial. Dalam seminggu hanya bisa menjual 1-2 buah kaligrafi. Nah, setelah ikut promosi di Lapak Ganjar, penjualan kian meningkat 7 sampai 30 buah kaligrafi. Instagramnya @kaligrafi_al.amin yang dulunya hanya punya pengikut puluhan saja, kini bertambah menjadi 430 pengikut.
Baca juga: Kaligrafi Berbentuk Menara Ini Bisa Buat Oleh-oleh Wisatawan saat Berkunjung ke Kudus
“Kita tahu ada Lapak Ganjar dan kita iseng-iseng ikut promosi di situ. Di situlah mulai menyadari peningkatan pesat banget menjangkau sampai luar Jawa, Kalimantan, Sumatra, serta NTT,” paparnya.
Peningkatan penjualan itu tidak lepas dari sosok Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang punya follower jutaan di Instagram.
“Followernya Pak Ganjar kan banyak sekali, jadi kita ikut lebih dikenal luas. Orderan sekarang bisa 7 sampai 30 buah per minggu,” tuturnya.
Dari hasil penjualannya itu, Ratmoko kini mampu membeli sejumlah peralatan untuk produksi.
Baca juga: Cerita Pasutri Jual Kaligrafi Ukir yang Diniati Sambil Berdakwah
“Iya, bisa beli alat untuk produksi. Untuk pengerjaannya kita bertiga, tapi ada yang membantu kadang empat orang,” lanjutnya.
Ia berharap, Lapak Ganjar bisa selalu eksis untuk membantu UMKM karena banyak sekali UMKM yang terbantu. Bahkan, tak hanya membantu omzet para pengusaha itu rata-rata juga ikut melesat.
“Harapannya Lapak Ganjar selalu ada dan berkembang untuk membantu UMKM, terutama pengusaha muda,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

