31 C
Kudus
Minggu, November 27, 2022
BerandaPENDIDIKANImplementasikan Kurikulum Merdeka,...

Implementasikan Kurikulum Merdeka, SMA NU Al Ma’ruf Kudus Gelar Karya Kearifan Lokal

BETANEWS.ID, KUDUS – SMA NU Al Ma’ruf Kudus mengadakan Gelar Karya yang mengusung tema Kearifan Lokal. Kegiatan tersebut sebagai Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) pada program pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Kepala SMA NU Al Ma’ruf Anas Ma’ruf mengatakan, dalam IKM terdapat dua kegiatan, yaitu intrakurikuler dan kokurikuler. Ia menyebut, Gelar Karya merupakan bagian dari kokurikuler yang kemudian dilakukan dengan tujuh tema.

“Implementasi Kurikulum Merdeka atau IKM itu diterapkan di lembaga atau sekolah untuk yang kelas X, sedangkan kelas XI dan XII masih menggunakan kurikulum yang kemarin. Nah, IKM ini ada intrakurikuler dan kokurikuler. Kami disuruh ada tujuh tema bebas, peserta IKM nanti sampai kelas XII,” katanya pada betanews.id, Kamis (27/10/2022).

Gelar Karya yang diikuti oleh siswa SMA NU Al Ma’ruf. Foto: Sekarwati.
- Ads Banner -

Baca juga: SMA NU Al-Ma’ruf Borong Piala Lomba Story Line dan Edukatif Kultural Museum Patiayam

Memilih tema kearifan lokal, lanjut Anas, bertujuan untuk membangun nilai-nilai kebudayaan, adat istiadat, melalui falsafah yang ada di lingkungan mereka. Sehingga, para siswa akan lebih memahami kebudayaan secara konkret.

“Jadi pada intinya, IKM ini ada Projek Penguatan Pancasila atau disingkat dengan istilah P5. Setelah melalui rapat, kami memilih tema kearifan lokal dengan harapan anak-anak ini lebih konkret, budaya, adat istiadat, falsah-falsafah di lingkungannya, kenapa ada budaya ini muncul,” imbuhnya.

Sementara itu, Waka Kurikulum Choironi Rofiqul menerangkan, dalam Gelar Karya Kearifan Lokal itu dilakukan dalam dua bentuk, yakni pemeran produk dan aksi. Sejumlah 61 kelompok dari 11 kelas memamerkan beberapa produk olahan, buah, dan tarian khas dari Kudus.

“Ini yang dipamerkan ada dua, dalam bentuk aksi dan produk. Kalau yang aksi jumlahnya 20, yang produk jumlahnya 41 stan. Karena dari 11 kelas, terdiri dari 6 kelompok dan beberapa kelompok ada yang dijadikan satu, totalnya 61 kelompok,” terangnya.

Baca juga: Tak Hanya Belajar Sejarah, Museum Juga Bisa Jadi Tempat Belajar Bahasa

Ia berharap, dengan adanya Gelar Karya itu, ke depannya dapat dilakukan dengan meriah dan lebih baik lagi. Tidak hanya itu, siswa juga diminta lebih perhatian memahami lingkungan sekitarnya.

“Harapannya anak bisa menguasai dan memahami lingkungan sekitar, sehingga untuk evaluasi ke depan lebih semangat lagi dalam mengusung tema,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

Sekarwati
Sekarwati
Sekarwati adalah reporter Beta News yang bergabung pada 2022. Pernah menempuh pendidikan di UIN Walisongo Semarang Jurusan Komunikasi.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,335PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler