BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus melalui UPTD Musuem dan Taman Budaya mengumumkan daftar pemenang Lomba Story Line dan Edukatif Kultural Museum Patiayam, di Museum Kretek, Selasa (30/11/2021).
Kepala UPTD Musuem dan Taman Budaya Kudus, Yusron menyampaikan, kegiatan ini adalah progam terakhir yang dilakukan oleh pihak museum terkait sosialisasi pengenalan museum kepada masyarakat luas.
“Kegiatan ini progam terakhir kami, setelah beberapa bulan kemarin, kami sudah gencar memberikan sosialisasi. Jadi untuk penutupan hari ini kami memberikan hadiah kepada peserta yang memenangkan lomba,” jelasnya.
Baca juga: Disbubpar Gelar Lomba Video Pendek dan Karya Tulis Ilmiah Edukatif Kultural Museum Patiayam
Ada enam kategori yang diumumkan, yaitu lomba story line yang melombakan karya tulis ilmiah umum, karya tulis ilmiah pelajar, kategori vlog umum, dan vlog pelajar. Kemudian lomba edukatif kultural Musuem Patiayam yang melombakan karya tulis ilmiah umum dan video pendek umum.
“Untuk lomba ini, peserta diberikan waktu selama dua bulan. Hasil karyanya menurut saya sangat bagus-bagus sekali. Dari enam kategori lomba itu, pihaknya memberikan total hadiah per kategori sebesar Rp7,8 juta,” ucapnya.
Yusron melanjutkan, peserta yang mengikuti kebanyakan dari kalangan siswa SMA dan guru. Yusron berharap, dengan adanya kegiatan lomba ini bisa meningkatkan keingintahuan masyarakat umum ataupun siswa, mengenai potensi-potensi sejarah yang ada di Kudus.
“Ini kan lombanya untuk siswa dan umum, jadi harapan saya bisa meningkatkan keingintahuan mereka, karena lomba kan mereka akan mengunjungi museum dan lebih mengetahui secara detail tentang sejarah dan potensi museum,” jelasnya.
Baca juga: Disbudpar Kudus Gelar Lomba Alur Kisah Story Line Museum Patiayam
Koordinator Tim Karya Tulis SMA NU Al-Ma’ruf Istiqomah, mengatakan, dalam kegiatan lomba ini, siswa dan guru sekolah tersebut menjadi juara umum dengan membawa pulang enam piala. Dalam mengikuti lomba ini, siswa dan guru yang ikut lomba murni atas kemauannya sendiri, jadi sekolah hanya mendampingi dan memberikan fasilitas saja.
“Saya berharap, dengan adanya lomba ini bisa menjadikan siswa semangat lagi dalam berkarya, sehingga bisa meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

