31 C
Kudus
Minggu, November 27, 2022
BerandaPOLITIKDua Anggota DPRD...

Dua Anggota DPRD Kudus dari Fraksi Gerindra Diberhentikan, Sulistyo: ‘Kami Akan Melawan’

BETANEWS.ID, KUDUS – Badan Kehormatan (BK) DPRD Kudus memberikan sanksi berat terhadap dua anggota Fraksi Partai Gerindra, yaitu Sulistiyo Utomo dan Sandung Hidayat. Keduanya diberhentikan dari anggota DPRD Kudus.

Sanksi tersebut dibacakan oleh Wakil Badan Kehormatan (BK) DPRD Kudus Sayyid Yunanta dalam Rapat Paripurna Rancangan APBD tahun 2023. Sanksi itu diberikan karena mereka terbukti melanggar kode etik berat, yakni tidak menghadiri rapat paripurna dan rapat alat kelengkapan DPRD Kudus enam kali berturut-turut.

“Saudara Sulistyo Utomo terbukti tidak menghadiri rapat paripurna dan kelengkapan alat DPRD Kudus sebanyak 18 kali berturut-turut. Itu dilakukan sejak tanggal 28 September hingga 15 Oktober 2021. Sedangkan Saudara Sandung Hidayat terbukti tidak menghadiri rapat paripurna dan kelengkapan alat DPRD Kudus sejak 9-30 Agustus 2021 sebanyak delapan kali berturut-turut,” rinci pria yang akrab disapa Sayyid di sidang, Senin (31/10/2022).

Rapat Paripurna Rancangan APBD tahun 2023. Foto: Rabu Sipan.
- Ads Banner -

Baca juga: BK DPRD Kudus Panggil Pelapor 4 Anggota Fraksi Gerindra yang Diduga Indisipliner

Dia menuturkan, menghadiri rapat paripurna dan rapat alat kelengkapan DPRD Kudus adalah tugas dan kewajiban. Sehingga, ketika ada anggota DPRD Kudus tidak hadir dalam rapat paripurna atau rapat kelengkapan dewan sebanyak enam kali berturut-turut tanpa alasan yang sah, maka yang bersankutan bisa di-PAW.

“Peraturan itu tertuang dalam Peraturan DPRD Kudus Nomor 1 tahun 2012, tentang Kode Etik Anggota DPRD Kudus,” jelasnya.

Selain memberi sanksi terhadap keduanya, BK DPRD Kudus juga memberikan sanksi terhadap kedua anggota Fraksi Partai Gerindra lain, yakni Abdul Basyidd Shidqul Wafa dan Zaenal Arifin. Namun, keduanya tak diberhentikan, tapi diberikan sanksi teguran tertulis.

“Keduanya terbukti tak menghadiri rapat paripurna dan rapat alat kelengkapan DPRD Kudus sebanyak lima kali,” ungkap Sayyid yang juga politikus dari PKS tersebut.

Sementara itu, Sulistyo Utomo mengaku akan menghormati proses yang berlaku. Terkait ini, pihaknya akan melaporkan hasil putusan BK tersebut ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra.

“Keputusan BK DPRD Kudus ini banyak kejanggalan. Namun, kami tidak ingin menyampaikannya di sini. Biarlah nanti kita buktikan di persidangan,” ujar Sulis.

Ia juga menuturkan, bahwa keputusan ini belumlah final, karena baru laporan pihak BK DPRD Kudus. Sebab, BK adalah alat kelengkapan yang membantu tugas dari pimpinan DPRD Kudus.

Baca juga: Sering Bolos Rapat, 4 Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kudus Dilaporkan ke Badan Kehormatan

“Keputusan final nanti ada direkomendasi BK DPRD Kudus yang ditandatangani empat orang pimpinan. Jadi proses masih Panjang, jadi kita harus jalani segala proses, kita harus hormati. Sebab kami adalah orang yang taat sama aturan,” ungkapnya.

Jika nanti laporan dari BK itu jadi sebuah keputusan yang sah dan ditandatangani oleh empat pimpinan, ia selaku pribadi dan pimpinan Partai Gerindra Kudus akan melawan dan menggugat keputusan tersebut ke pengadilan. Sebab jika tidak melawan, menurutnya sama saja mengakui kesalahan tersebut.

“Tentu akan kami lawan dan kami akan menggugat. Sebab jika tidak melawan, sama saja kami mengakui salah. Kami tidak salah, kami berpijak pada aturan. Apakah kami salah atau benar nanti yang membuktikan adalah pengadilan. Karena ini sudah menyangkut marwah Partai Gerindra. Jadi ini nanti yang akan turun tangan dari Partai Gerindra,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,335PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler