31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Ngenesnya Sopir Angkot di Kudus; Penghasilan Turun Drastis, Tarif juga Masih Sama Meski BBM Naik

BETANEWS.ID, KUDUS – Harga bahan bakar minyak (BBM) resmi naik, Sabtu (3/9/2022). Kenaikan tersebut dikeluhkan banyak lapisan masyarakat, termasuk sopir angkutan kota (angkot). Pasalnya, naiknya harga tersebut belum dibarengi dengan penyesuaian tarif.

Sopir angkot trayek Terminal Jati-Terminal Jetak, Agus Kristanto mengaku sangat terdampak dengan kenaikan harga BBM, mengingat kenaikan harga BBM kali ini cukup tinggi.

Sopir angkot di Kudus saat menunggu penumpang. Foto: Rabu Sipan

“Jelas sangat terdampak. Sebab kenaikan harga BBM ini lumayan tinggi. Untuk Pertalite naik hampir Rp2.500 per liternya. Sedangkan dari dinas terkait di Kabupaten Kudus belum ada penyesuaian tarif,” ujar Agus kepada Betanews.id, Senin (5/9/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Harga BBM Resmi Naik, Dolfie OFP : ‘Pemerintah Masih Subsidi BBM’

Menurutnya, kenaikan ini sangat ironis, karena di saat sopir angkot membeli BBM dengan harga tinggi, tapi para penumpang masih membayar dengan tarif lama. Bahkan, seringkali terjadi cekcok antara dia dan penumpangnya. Belum lagi masalah sepinya penumpang yang sudah dialami sejak lama oleh angkot.

“Karena tidak adanya penyesuaian tarif itu jadi kita para sopir itu sering cekcok masalah tarif dengan penumpang. Saya berharap ada penyesuaian tarif. Biar kami tak terlalu merugi,” ungkapnya.

Hal yang sama juga dirasakan sopir angkot jurusan Terminal Jati-Bareng, Sunaryo. Dia mengungkapkan, kenaikan harga BBM sangat berdampak pada penghasilan para sopir angkot di Kudus. Sebab, hal itu akan berpengaruh pada penghasilan yang akan dibawanya pulang.

“Gimana penghasilan tidak berkurang. Tarif dinaikan, penumpang marah. Tak dinaikan kami yang rugi. Benar-benar dilema ini,” ungkapnya.

Baca juga: Polisi Akan Tindak Tegas Masyarakat yang Nekat Timbun dan Selundupkan BBM Bersubsidi

Sopir angkot lain Catur susilo menambahkan, dengan naiknya harga BBM ini untuk mengumpulkan uang setoran sehari Rp30 ribu saja susah. Oleh sebab itu, pihaknya mendesak agar Dinas Perhubungan dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) untuk melaksanakan penyesuaian tarif.

“Harapannya segera ada penyesuaian tarif. Agar kami tak cekcok dengan penumpang dan ada kejelasan ongkos tarif angkutan. Bila perlu tarifnya nanti ditempel di pintu angkot biar penumpang pada tahu,” ujarnya.

Ketua Organda Kudus Mahmudun mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pertemuan dengan Dishub Kudus dan perwakilan dari angkot terkait tarif. Hal itu guna membahas penyesuaian tarif imbas dari kenaikan harga BBM.

“Akan segera realisasikan penyesuaian tarif angkot di Kudus. Hal itu agar tidak ada pihak yang dirugikan. Sebab selama ini para sopir angkot sudah banyak menderita karena sepinya penumpang,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER