Nasib Rumah Apung Pertama di Indonesia di Tambak Lorok Semarang yang Kini Terbengkalai

BETANEWS.ID, SEMARANG – Rumah apung pertama di Indonesia yang berlokasi di kawasan Tambak Lorok, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarnag yang pernah diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pada 2016 silam kini tak terawat.

Pantauan betanews.id, kondisi rumah apung itu sepi, kotor, akses jembatan terputus, tidak ada bohlam lampu, serta banyaknya buku-buku yang berserakan.

Ditemui di kediamannya, Ketua RT 01/16 Tambak Rejo Achmad Arifin mengatakan, sejak pertengahan 2019, rumah apung sudah sepi dan jarang digunakan oleh warga sekitar. Mangkraknya bangunan tersebut karena tidak ada biaya untuk operasional kebersihan dan penjaga.

-Advertisement-

Baca juga: Kolaborasi dengan 20 Museum di Indonesia, Museum Ranggawarsita Gelar Pameran Bersama

“Rumah apung ini posisinya masih milik pusat karena belum ada serah terima ke Pemerintah Kota Semarang. Jadi setelah diresmikan dilepas begitu saja, diserahkan ke pihak RT. Ya kita kalau merawat terus tidak mampu,” katanya, Jumat (16/9/2022).

“Awal-awal dulu ya ramai. Setiap kegiatan selalu saya arahkan untuk dilakukan di sana, terus juga banyak anak-anak yang belajar di situ. Tapi karena sudah nggak ada pendampingnya jadi sepi. Mau nyuruh karang taruna tapi kalau tidak ada operaionalnya ya kasian, mereka kan juga meluangkan waktu,” tambahnya.

Karena kondisi tersebut, kini rumah apung pun sudah jarang digunakan. Dan Ia memilih untuk mengunci koleksi buku di etalase dan mengunci pintu masuknya.

“Sekarang jarang digunakan jadi ya digembok pintu masuknya. Dipakai sesekali paling tiap hari minggu di pakai ibu-ibu sekitar sini buat senam,” beber dia.

Baca juga: Hijaukan Kota, Pemkot Semarang Targetkan Punya 1.000 Proklim di Akhir Tahun

“Di rumah baca itukan dulu ada perpustakaannya juga, tapi karena sudah tidak digunakan saya memilih menyimpan bukunya di etalase, ada sekitar 100 buku,” tambahnya.

Pihaknya pun mengakui, rumah apung terakhir diperbaiki untuk mengecat ulang dan memperbaiki jembatan sekitar November 2021 lalu.

“Terakhir diperbaiki November 2022. Itu saja karena ada bencana jembatannya rusak jadi kita coba perbaiki semampu kita dengan kayu seadanya, kita juga mengecat ulang dindingnya,” tutup Arifin.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER