31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Namai Usahanya Mie Ayam PK, Ternyata Ini Alasan Hadi

BETANEWS.ID, KUDUS – Mohammad Sofilhadi (32) tampak sibuk melayani pembeli yang ingin menikmati mi ayam bakar buatannya di Warung Mie Ayam PK di Jalan Jendral Sudirman Nomor 216, Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Tanganya tampak cekatan meletakkan mi dalam beberapa mangkuk yang disusul dengan menuanginya dengan kuah. Setelah itu, beberapa porsi mI ayam tersebut ditaruh dalam nampan dan kemudian diantarkan kepada pemesannya.

Sudah sejak kecil Hadi berkecimpung di usaha kuliner yang dirintis bapaknya pada 1987 itu. Berawal dari membantu jualan di usaha yang sudah punya beberapa cabang itu, ia kini sudah mewarisinya.

seorang pembeli sedang menikmati mi ayam di warung Mie Ayam PK. Foto: Sekarwati

“Tahun 1987 bapak kan masih pakai grobag, 1990an punya cabang di Terminal Jati, Matahari Mall, Bareng, dan Kaliwungu ada tiga. Saya ikut bantuin, lama-lama terbiasa,” kata laki-laki yang tinggal di Desa/Kecamatan Kaliwungu, RT 3 RW 7, Kabupaten Kudus itu, Selasa (24/8/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Mie Ayam PK yang Legendaris di Kudus Ini Bisa Tarik hingga Ratusan Pembeli Tiap Hari

Setelah cukup mapan di bisnis mi ayam, bersama sang istri, mereka kemudian membuka cabang kedua dan menamainya dengan ‘PK’. Menurutnya, PK adalah singkatan dari Putera Kudus.

Setalah bertahun-tahun menekuni bisnis kuliner, dalam sehari hadi mampu menghabiskan 70 porsi mi ayam. Hal itu bisa saja bertambah hingga 250 porsi saat memasuki musim hujan dan Lebaran Idulfitri.

Baca juga: Awalnya Cuma Iseng, Usaha Kuliner Jepang Kakak-Adik di Kudus Ini Malah Meroket

“Musim lagi panas seperti ini biasanya bisa habis 70 porsi mi ayam, baksonya juga gitu. Apalagi musim penghujan itu bisa 70 lebih. Paling ramai ya habis lebaran, orang nyarinya yang seger-seger bisa sampai 250 porsi,” sebutnya.

Untuk satu porsi mi ayam, ia jual mulai dari Rp8 ribus ampai Rp12 ribu. Ia menjelaskan, yang paling favorit di tempatnya yakni mi ayam bakar yang Memiliki rasa gurih dan pas di lidah.

“Pelanggan tidak hanya di Kudus saja, melainkan telah merambah Demak, Pati, sampai Semarang,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER