BETANEWS.ID, KUDUS – Bella dan Una tampak sibuk membuat beberapa pesanan dari pelangganan di outlet sederhana depan rumahnya di Perum Djarum Singocandi Blok F nomor 10, Desa Singocandi, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Mereka tampak berbagai tugas, ada yang menyiapkan mentai rice, ada pula yang menyiapkan kemasan untuk diantarkan ke pemesan.
Dibalik banyaknya pesanan yang datang, siap sangka jika usaha bernama Dapur LN milik kakak beradik itu awalnya cuma iseng. Menurut Una (23), ide memulai menjual mentai rice bermula saat dirinya masih bekerja di Solo. Una yang senang membeli makanan khas Jepang itu, kemudian mencobanya untuk menjadikan peluang usaha bersama kakaknya Bella (26).

“Awalnya kami coba-coba sih, kebetulan saya kerja di Solo. Nah ketemu mentai rice pertama itu di sana. Pas dicoba kok enak. Kebetulan di Kudus juga jarang kan. Gimana kalau buka di Kudus aja gitu,” katanya pada Betanews.id, Senin (29/8/2022).
Baca juga: Meski Mentai Rice Ini Dijual Sistem PO, Bella dan Una Mengaku Sering Kewalahan Layani Orderan
Selain iseng mencoba, lanjut Una, dengan usaha itu ia akhirnya memiliki kesibukan lagi setelah keluar di perusahaan Startup sebagai Analiys Corporation. Ia dibantu Bella setelah pulang mengajar di SD Garung Kidul 2 untuk membuat beberapa pesanan mentai rice yang dibuka secara pre order.
Sebelum menjual mentai rice, Una menerangkan Dapoer LN sebelumnya telah membuka pesanan tumpeng mini. Ia dan kakaknya lalu mencari pulang usaha yang dapat dibuka sehari-hari.
“Sebelumnya dapoer.ln itu kan jual tumpeng, nasi kuning, dan geprek. Karena tumpeng itu musiman, terus kami cari sesuatu yang baru biar setiap hari ada orderan masuk gitu,” terangnya.
Sama halnya dengan Una, Bella menjelaskan saat pertama launching mentai rice mendapatkan respon positif dari pelanggananya. Ia bahkan mengaku mendapatkan orderan 30 lebih dan kewalahan, sehingga terpaksa menutup orderan untuk hari berikutnya.
Baca juga: Suka Makanan Pedas, Mila Putuskan untuk Rintis Usaha Mi Level Yummy.yu
“Respon pelanggan alhamdulillah bagus ada 35 orderan tiap hari. Sampe sekarang sih konsisten segitu. Jadi kami target, kalau misal lebih dari 30 kami stop tidak buka lagi, karena takut kompal. Kan kita juga masih pre order,” jelasnya.
Una menuturkan, untuk satu porsi mentai rice dijual mulai dari Rp10 ribu untuk ukuran kecil dan Rp20 ribu untuk ukuran besar. Terdapat beberapa varian rasa yang ia jual diantaranya ayam katsu, black paper, tuna, dan scramble egg.
“Orang ngiranya mungkin ini eneg, tapi setelah mereka nyoba itu nggak eneg. Lucunya itu pernah ada komentar dari yang beli gitu, suaminya itu tidak bisa makan yang aneh-aneh, kayak mecel, sop, tapi dia ngerasain ini itu enak,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

