Meski Angkot Mulai Ditinggalkan, Tiga Trayek Angkot di Kudus Ini Masih Jadi Idola

BETANEWS.ID, KUDUS – Angkutan kota (angkot) beberapa tahun terkahir sudah mulai ditinggalkan penumpang. Bahkan, beberapa trayek harus dihapus karena tak ada lagi angkot yang beroperasi karena sepinya penumpang.

Meski begitu, rupanya masih ada tiga trayek angkot di Kabupaten Kudus yang mampu bertahan dan tetap jadi idola penumpang, walaupun memang jumlah penumpangnya tak seramai masa jayanya di era 1990an.

Menurut Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Kudus Mahmudun, tiga trayek itu adalah urusan Terminal Jati-Terminal Jetak, Terminal Jati-Colo, dan Terminal Jati-Bareng. Ada berbagai alasan angkutan di tiga trayek tersebut masih bisa mendapatkan penumpang yang cukup lumayan, sehingga eksistensinya diramal akan bertahan cukup lama. Beberapa di antaranya adalah faktor pabrik rokok, pasar tradisional, swalayan, dan wisata religi.

-Advertisement-

Baca juga: Nelangsanya Sopir Angkot di Kudus, Dulu Berjaya Kini Nguber Setoran Saja Susah

“Angkutan jurusan Colo itu karena ada wisata religi Sunan Muria, serta ada juga beberapa pabrik rokok di jalur yang dilaluinya. Angkutan jurusan Bareng karena ada Pasar Kliwon dan sekolah, serta juga pabrik rokok. Sedangkan jurusan Terminal Jetak karena banyak pabrik rokok yang dilintasi trayek ini,” ungkapnya ditemui di kantornya, Senin (5/9/2022).

Dia mengungkapkan, saat ini trayek angkutan di Kudus sudah berkurang cukup banyak. Dari total 22 trayek di 2016, mungkin saat ini hanya tinggal 15 trayek. Hal itu juga berdampak pada jumlah angkutan di Kudus yang terus berkurang.

“Jumlah angkutan di Kudus dulu itu ada 560 armada. Sekarang mungkin tinggal 340 armada saja,” bebernya.

Baca juga: Sopir Angkot di Semarang Gratiskan Penumpang Tiap Jumat, Alasannya Mengharukan

Dia mengatakan, transportasi angkutan memang beberapa tahun terakhir mengalami masa kelam. Penumpang sepi karena masyarakat kebanyakan sudah memiliki motor atau kendaraan pribadi lainnya. Sehingga, saat bepergian mereka memilih menggunakan kendaraan pribadinya.

“Harapan kami Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus bisa memberikan solusi akan permasalahan yang dihadapi usaha transportasi. Semoga ada gebrakan nyata untuk dunia transportasi di Kudus,” harap Mahmudun.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER