31 C
Kudus
Senin, Oktober 3, 2022
spot_img
spot_img
BerandaEKONOMINelangsanya Sopir Angkot...

Nelangsanya Sopir Angkot di Kudus, Dulu Berjaya Kini Nguber Setoran Saja Susah

BETANEWS.ID, KUDUS – Moda transportasi angkutan perkotaan (angkot) di Kabupaten Kudus saat ini tak secemerlang dulu. Saat ini transportasi umum moda minibus itu tak lagi diminati masyarakat. Hal itu pun tentu berpengaruh pada pendapatan para sopirnya.

Bahkan beberapa sopir angkot mengeluhkan sulitnya mencari penumpang. Hal itu berbanding terbalik pada masa tahun 1990-an. Di mana angkot jadi transprotasi primadona warga.

“Dulu itu ibaratnya kita bukan cari penumpang. Tapi penumpang yang nunggu angkutan,” ujar Sunaryo salah satu sopir angkot kepada Betanews.id, beberapa waktu lalu.

Beberapa angkot saat mangkal menunggu penumpang. Foto: Rabu Sipan.
- Ads Banner -

Baca juga: Ngenesnya Sopir Angkot di Kudus; Penghasilan Turun Drastis, Tarif juga Masih Sama Meski BBM Naik

Pria yang sudah puluhan tahun jadi sopir angkutan itu menyampaikan, dulu itu setiap jalan angkutan pasti penuh, bahkan ada yang sampai bergelantungan di pintu. Sekarang jangankan sampai ada yang bergelantungan di pintu, penumpang saja tak pernah penuh.

“Sekarang itu paling ngangkut beberapa orang langsung jalan.  Kalau gak ada penumpang ya berhenti lama gak jalan-jalan,” ungkapnya.

Karena penumpang sepi kata dia, pendapatan para sopir angkutan termasuk dirinya pun tak menentu. Dulu cari uang Rp 100 ribu itu mudah, sekarang untuk uang setoran saja susahnya teramat sangat.

“Dulu itu setoran Rp 80 ribu gampang. Sekarang setoran jadi Rp 30 ribu, sangat susah,” tandasnya.

Hal senada juga diungkap oleh Catur Susilo. Pria yang jadi  sopir angkutan sejak 1976 itu mengaku saat ini penumpang makin sepi. Menurutnya, sepinya penumpang dikarenakan sekarang banyak orang yang sudah punya motor.

“Memang dibanding tahun 1990-an keadaannya sangat jauh berbeda. Dulu penumpang ramai, sekarang sangat sepi. Mungkin, karena banyak orang yang motor,” ujarnya.

Selain itu, menurut Catur, keberadaan ojek online juga berpengaruh makin sepinya penumpang angkutan. Pasalnya para penumpang lebih memilih menggunakan ojek berbasis aplikasi tersebut karena lebih cepat dan tarifnya juga jelas.

Baca juga: Harga BBM Naik, Organda Kudus Usahakan Sopir Angkot Dapat BLT BBM

“Ojek online itu juga berdampak pada sepinya penumpang angkutan. Namun, yang paling berpengaruh itu banyaknya warga yang sekarang sudah punya motor,” ungkapnya.

Keluhan juga datang dari Agus Kristanto. Sopir angkot jurusan Terminal Jati Kudus-Termial Jetak itu juga mengaku sepi penumpang. Pendapatan pun tak menentu.

“Penumpang sepi. Karena pendapatan tak menentu setorannya juga seadanya,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

32,381FansSuka
15,327PengikutMengikuti
4,327PengikutMengikuti
90,084PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler