31 C
Kudus
Rabu, November 30, 2022
BerandaSOLOMeriahnya Acara Peresmian...

Meriahnya Acara Peresmian Gamelan Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

BETANEWS.ID, SOLO – Mahambara Gamelan Nusantara: ‘Gamelan Indonesia untuk Dunia’ menjadi tema selebrasi penyerahan sertifikat gamelan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (Intangible Cultural Heritage) UNESCO yang digelar di halaman Balai Kota Solo, Jumat (16/9/2022). Kegiatan itu semakin meriah dengan hadirnya penampilan Gamelan D’Eselon, Konser Tribute to Rahayu Supanggah, dan Konser Paramagangsa Silang Gaya Nusantara.

Pertunjukan yang menghadirkan 200 seniman dari berbagai gaya musikal gamelan iyu sukses menarik perhatian masyarakat yang tumplek blek memenuhi tempat pagelaran.

Gibran Rakabuming Raka saat menerima sertfikat Gamelan sebagai WBTB UNESCO. Foto: Khalim Mahfur

Pengusulan gamelan sebagai WBTB UNESCO diusulkan oleh berbagai pihak, seperti Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Direktur Jenderal Kebudayaan, 14 Pemerintah Provinsi yakni Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

- Ads Banner -

Baca juga: Gamelan Ditetapkan UNESCO Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Tak lupa, keberhasilan tersebut juga tak lepas dari dulungan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta hingga akhirnya Gamelan bisa diakui dunia lewat sertifikat WBTB UNESCO. Adapun sertifikat asli akan disimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Suharti menceritakan, inisiasi pengajuan gamelan sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO sudah dimulai pada 2014 lalu yang dilanjutkan dengan persiapan pada 2017.

“Akhirnya pada Desember 2021 kemarin, UNESCO menetapkan gamelan sebagai warisan dunia tak benda. Ini tentunya andil semua teman-teman yang mengusulkan dari awal, semua provinsi yang terlibat, dan juga para maestro gamelan, Prof Supanggah yang sejak awal memang berusaha keras untuk memastikan gamelan ini akhirnya bisa diakui oleh UNESCO,” papar Suharti.

Suharti menuturkan, pihaknya juga terus berupaya agar gamelan bisa dicintai oleh para generasi muda, salah satunya adalah melalui jalur pendidikan.

Menurutnya, sekolah boleh menganggarkan gamelan untuk bisa digunakan belajar oleh peserta didik, yakni dengan dana alokasi khusus untuk bidang pendidikan. Menurutnya, dana tersebut boleh digunakan untuk membeli peralatan kesenian, termasuk gamelan.

Baca juga: Laras Budaya, Upaya DPRD Jateng Bangkitkan Kesenian Tradisional

“Jadi mudah-mudahan dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah dan tentunya pemerintah daerah, kita harapkan juga ikut bergerak memastikan gamelan ini lebih bisa disukai oleh generasi muda,” katanya.

Melalui jalur pendidikan, menurut Suharti akan lebih mudah mengenalkan gamelan kepada generasi muda. Apalagi ada sekitar 60 juta anak-anak di Indonesia dari satuan pendidikan.

“Kita juga mendorong gamelan lebih mendunia lagi. Banyak sekali kelompok gamelan di luar negeri dan kita juga mengirimkan para pengrawit untuk bisa melatih di luar negeri, kerja sama dengan perguruan tinggi di luar negeri dengan perguruan tinggi kita di Indonesia,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler