Kisah cinta pasangan difabel di Kudus bernama Muhammad Arif dan Anik Mahmudah terbilang unik. Seperti kata pepatah, bahwa jodoh tak akan kemana, Arif menemukan jodohnya, hanya selang tiga hari setelah membaca profil seorang perempuan di koran lokal Radar Kudus, beberapa tahun silam.

Saat itu Arif masih menjadi penjual koran yang biasa mangkal di sekitar Jalan Mangga, Kudus. Pada suatu hari dirinya membaca profil perempuan yang kini menjadi istrinya, di koran yang ia jual. Perempuan itu diberitakan sebagai seorang difabel yang membuat kerajinan. Entah bagaimana, Arif berkeyakinan bahwa perempuan di koran tersebut adalah jodohnya.
“Entah bagaimana, setelah membaca berita itu muncul keyakinan di diri saya bahwa ini jodoh saya. Saya kemudian berdoa, ‘Ya Allah, jika memang ini benar jodoh saya maka dekatkan. Namun jika tidak, tolong jauhkanlah,'” cerita Arif kepada Beta News, saat ditemui di ruko tempat mereka berjualan pakaian di Desa Bakalan Krapyak, RT 04, RW 01, Kaliwungu, Kudus, beberapa waktu lalu.
Tak menunggu lama, doa Arif terjawab. Selang tiga hari, tiba-tiba ada notifikasi permintaan pertemanan datang ke akun Facebook milik Arif. Setelah dibuka, ternyata orang yang mengirim permintaan pertemanaan itu adalah orang yang sama dengan perempuan di dalam koran yang ia baca tempo hari.




