Pertemuan Arif dan Anik semakin intens sejak Arif mendapat bantuan motor dari komunitas Gebrak pada tahun 2017. Sebelum menikah, Arif meminta kepada calon istrinya untuk belajar selama satu tahun di Solo. Setelah itu, mereka akhirnya menikah pada 2 Juli 2018.
Arif dan Anik Sama-Sama Tak Bisa Berjalan
Sejak tahun 2002, kehidupan Muhammad Arif mulai berubah total. Arif yang saat itu berusia 16 tahun yang dulunya bisa beraktivitas normal dengan kedua kakinya, harus menerima kenyataan tak bisa lagi berjalan. Meski melewati masa-masa yang tak mudah, dia mengaku tidak pernah merasa putus asa.
“Saat itu saya terjatuh waktu sepedaan. Awalnya tidak ada masalah, tapi selang beberapa bulan saya tidak bisa jalan. Bahkan untuk bergerak saja tidak bisa,” cerita Arif kepada Beta News.
Setelah sekian lama hanya berbaring di rumah, akhirnya Arif mulai bisa merangkak keluar menghirup udara segar menggunakan kedua tangannya. Awalnya dia hanya pergi tak jauh dari rumah. Hingga pada suatu hari ada seorang dermawan yang memberinya kursi roda.
“Lalu saya latihan menggunakan kursi roda agar bisa pergi ke tempat yang jauh. Awalnya sering terjatuh dari kursi roda. Kemudian saya memodifikasi kursi roda di bagian belakangnya. Saya tambah roda agar tidak jatuh saat di tanjakan,” terangnya.
Karena punya keinginan kuat untuk mandiri, Arif lalu mencari pekerjaan yang bisa dilakukan. Hingga akhirnya dia menemukan pekerjaan yang cocok, yakni menjadi penjual koran.
“Saat itu saya berpikir, saya bisa menjual menggunakan kursi roda. Sembilan tahun saya menjual koran, mulai September 2011 hingga September 2020. Meski penghasilan tak banyak, dari pekerjaan itu saya juga bisa membantu biaya sekolah adik-adik. Dan juga bisa mendapatkan istri,” ujarnya sambil tersenyum menatap Anik yang duduk di sampingnya.




