“Saya ingat itu terjadi pada Juni 2015. Saya kemudian tanya, apakah ini benar yang ada di koran. Dan dijawab benar itu dirinya,” tutur Arif.
Kepada Beta News, Anik mengaku awalnya kagum dengan sosok Arif. Dia pernah melihat foto Arif di forum Facebook para penyandang disabilitas. Dia kagum, karena Arif bisa menjual koran meski hanya menggunakan kursi roda.
“Dulu kan saya belum bisa ke mana-mana, hanya di rumah saja. Melihat Mas Arif itu kok kagum, karena hanya membawa kursi roda tapi bisa ke mana-mana. Bahkan bisa bekerja menjual koran,” kata Anik.
Setelah bertukar nomor telepon, hubungan Arif dan Anik berlanjut melalui sambungan telepon dan SMS. Pendekatan semakin intens hingga akhirnya Arif mengungkapkan perasaannya melalui telepon.
“Setelah mendapat jawaban, kemudian berlanjut pacaran meski belum bertemu. Ketemu pertama kali itu Maret 2016, ada pertemuan komunitas difabel Jepara di rumahnya. Saya nekat datang menyewa angkutan hingga ke Jepara,” terang Arif.
Di sana, Arif langsung bicara kepada orang tua Anik, bahwa dia berniat menikahi putrinya. Dan Arif mendapat izin untuk melanjutkan hubungan yang lebih serius.
“Saya ngomong apa adanya kalau tidak punya apa-apa. Alhamdulillah emak mengizinkan,” ucapnya.




