31 C
Kudus
Selasa, Desember 6, 2022
BerandaKISAHJualan Roti Babak...

Jualan Roti Babak Belur, Usaha Sogor Selamatkan Keuangan Keluarga Hariyono

BETANEWS.ID, JEPARA – Hariyono (36) tampak sibuk melayani pembeli yang datang ke lapaknya di Jalan Raya Kenari, Desa Purwogondo, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara. Dengan dibantu sang istri, ia bertugas menggoreng aneka jajanan seperti sogor, mandarin, dan sempolan. Sedangkan sang istri membungkus saus sambal untuk ketiga jajanan tersebut.

Sore itu, lapaknya memang tampak cukup ramai oleh pembeli. Para pembeli mulai dari anak-anak hingga dewasa itu terlihat datang silih berganti.

Sogor, jajanan jadul yang masih punya banyak peminat. Foto: Erna Safitri

Disela-sela melayani pelanggan, pria yang akrab dipanggil Yono itu bersedia berbagi cerita kepada Betanews.id soal usaha yang ia warisi dari mertuanya itu.

- Ads Banner -

Baca juga: Jajanan Jadul Sogor di Purwogondo Jepara Ini Bisa Terjual hingga Ribuan Tusuk Sehari

“Sebetulnya ini meneruskan usaha orang tua. Sejak 20 tahun lalu bapak sudah berjualan sogor dan mandarin di SD kemudian juga jualan setiap ada pasar malam waktu bulan puasa. Sejak 4 tahun lalu saya memutuskan ikut jualan di sini,” jelasnya, Senin (19/9/2022).

Yono menambahkan, alasan dirinya ikut berjualan yakni karena pada saat itu banyak pelanggan di pasar malam yang ingin menikmati sogor dan mandarin tidak hanya saat bulan puasa saja. Dari situlah Yono dan sang istri mulai tertarik untuk ikut berjualan sogor dan mandarin.

“Permintaan pelanggan waktu itu akhirnya saya tertarik. Kemudian istri belajar kepada orang tua setelah bisa kita buka ikut jualan. Bapak juga buka lapak sorenya tidak jauh dari sini sekitar 50 meter, bersamaan,” tuturnya.

Ia melanjutkan, sebelumnya ia bekerja sebagai sales roti keliling dan sempat merantau ke Jakarta. Dua tahun pertama berjualan sogor dan mandarin, ia masih menjadi sales roti. Kemudian saat pandemi Covid-19 pekerjaan utamanya sebagai sales roti ia tinggalkan karena tidak memenuhi target dan omzet menurun drastis.

Baca juga: Butuh Biaya untuk Obati Istri, Sunardi Bersyukur Rujak Serut Es Krimnya Laris

Sejak saat itu, ia hanya memiliki satu sumber penghasilan dari berjualan sogor dan mandarin. Yono juga mengaku, saat berjualan sogor ia juga terdampak PPKM yang mengharuskannya tutup lebih awal. Meski demikian, ia mengaku bersyukur masih memiliki pekerjaan di tengah krisis akibat Covid-19.

“Pas PPKM ada jam malam penjualan terpaksa dikurangi setengah dari hari biasa, tapi alhamdulillah masih ada penjualan. Kemudian kita dapat musibah karena bapak meninggal jadi tinggal kita yang meneruskan,” ungkap Yono.

Yono mengaku kini hanya dia dan sang istri yang berjualan sogor dan mandarin dengan resep peninggalan orang tuanya. Setiap hari, dirinya dapat menjual 2.000 tusuk sogor dan 300 sempolan. Lapaknya itu buka setiap hari mulai pukul 17.00 WIB hingga 21.30 WIB.

Alhamdulillah, sehari bisa 2.000-an tusuk sogor, sempolan 300-an tusuk kalau ramai atau hari libur. Harapannya semoga ke depannya penjualan meningkat dan banyak pembeli yang datang,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Erna Safitri
Erna Safitri
Erna Safitri adalah reporter Beta News yang bergabung pada 2022. Pernah menempuh pendidikan di IAIN Kudus Jurusan Komunikasi.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler