Isu Kenaikan BBM Sampai Bikin Antrean Mengular, Wakapolresta Solo: ‘Harga Masih Sama’

BETANEWS.ID, SOLO – Polresta Solo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Solo, Kamis (1/9/2022). Sidak tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Kota Surakarta, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Gatot Yulianto.

Ditemui di SPBU Manahan, Gatot menyampaikan bahwa sidak tersebut guna memastikan keadaan di tiap-tiap SPBU berjalan lancar. Dalam giat itu, pihaknya ingin memastikan ada dan tidaknya antrean panjang di SPBU, penyimpangan yang dilakukan pembeli dengan membeli bensin menggunakan jeriken atau menggunakan kendaraan yang dimodifikasi, dan mengecek kesesuaian pengisian dari tangki ke SPBU.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, Gatot menyebut bahwa belum ada kenaikan harga BBM. Harga yang tertera masih sama dengan sebelumnya, yakni Pertalite Rp7.650 per liter, Pertamax Rp12.500 per liter, dan Solar Rp5.150 per liter.

-Advertisement-

Baca juga: Polisi Akan Tindak Tegas Masyarakat yang Nekat Timbun dan Selundupkan BBM Bersubsidi

“Kami cek tadi di meteran memastikan ternyata harga masih seperti sebelumnya,” papar Gatot.

Saat ini, lanjut dia, pihak kepolisian sudah menempatkan dua personel pada tiap-tiap SPBU se-Kota Solo sampai ada pengumuman kenaikan BBM untuk menjaga ketertiban jika ada panic buying dari masyarakat.

Selain itu, Gatot juga menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas dan mengenakan sanksi terhadap SPBU yang melakukan kecurangan.

“Apabila ada penimbunan, sesuai dengan UU no 22 tahun 2001 tentang minyak gas bumi pasal 53 ke C tentang perizinan penyimpanan itu akan dikenakan sanksi paling lama 3 tahun dan denda paling tinggi Rp3 miliar,” paparnya.

Sementara itu, Pengawas SPBU Manahan Catur Husodo mengatakan, jumlah stok bahan bakar masih tetap. Ia juga mengaku tidak ada kendala yamg dialami, sama seperti hari-hari sebelumnya.

Baca juga: Bela Rakyat, Mahasiswa Demo Tolak Kenaikan BBM di DPRD Kudus

“Pengiriman telat tidak ada, karena jarak antara Boyolali dengan Manahan tidak terlalu jauh. Sehari biasanya kita datang 32 kilo liter, all product Bio Solar, Pertalite, Pertamax,” papar Catur.

Diketahui, pada Rabu (31/8/2022) malam sempat terjadi antrean warga di beberapa SPBU di Solo. Menurut Catur, antean di SPBU Manahan semalam hanya sampai pukul 22.00 WIB dan tidak sebanyak di SPBU yang lain.

“(Panic buying) Tidak menganggu stok kita sampai tadi pagi kita masih normal, kemarin memang karena stok kita di hari itu terbatas sampai itu,” paparnya mengakhiri.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER