31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Festival Payung Indonesia Akan Digelar di Pura Mangkunegaran Solo Mulai Besok

BETANEWS.ID, SOLO – Festival Payung Indonesia (Fespin) 2022 kembali digelar di Kota Solo. Event tersebut, akan dilangsungkan di Pura Mangkunegaran Solo, pada 2-4 September 2022.

Event yang digarap oleh Mataya Art and Heritage bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo itu, nantinya akan ada banyak penampilan memukau yang berhubungan dengan payung.

Ketua Penyelenggara Fespin 2022 Heru Mataya menjelakan, festival kali ini mengusung tema “The Kingdom and Umbrella” atau kerajaan dan payung.

-Advertisement-
Persiapan Festival Payung Indonesia. Foto: Khalim Mahfur.

Baca juga: Tari Topeng dari Berbagai Negara Ditampilkan dalam International Mask Festival di Solo

“Festival kali ini kita adakan di Mangkunegaran memang sangat tepat, dan di tahun ini, kami mengangkat tema tentang keberadaan dan keberagaman payung tradisional yang ada di kerajaan dan masyarakat,” papar Heru saat jumpa pers di Pura Mangkunegaran, Rabu (31/8/2022).

Heru menjelaskan, pada Fespin yang ke-9 ini, akan ditampilkan 80 grup seni dan komunitas kreatif dari 50 kota/kabupaten di Indonesia. Selain itu, ada juga penampilan dari luar negeri yakni Thailand, India dan Spanyol.

“Selain kurang lebih 80 grup seni di Indonesia nanti juga akan ada pameran payung tradisi dan payung kreativitas. Kalau payung tradisi nanti ada dari berbagai daerah yang dihadirkan di sini,” ujarnya.

Tidak hanya pameran, lanjut Heru, namun ke-80 grup seni itu juga akan melakukan workshop seputar payung. Sehingga diharapkan bisa menjadi sarana edukasi mengenal ragam payung di Indonesia.

“Ada juga pameran lukis Catra Citra yang ada di halaman teras Pura Mangkunegaran, ada 36 pelukis di Indonesia. Jadi karya yang tidak sembarangan, karya pelukis akan berpameran di sini,” paparnya.

Heru juga menyebut, Fespin 2022 juga masuk dalam agenda Kementerian Pariwiasata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), yakni Karisma Event Nusantara. Bukan hanya masuk ke dalam 100 besar, namun masuk dalam 10 besar kalender event Kemenparekraf itu.

“Di Solo itu yang masuk ada SIPA, Festival Topeng, Solo Keroncong Festival dan Festival Payung Indonesia,” katanya.

Selain menyajikan berbagai pertunjukan bertemakan payung, Fespin 2022 juga akan menghadirkan berbagai stand pasar festival. Sehingga tidak hanya sebuah pamerah, namun juga mengangkat juga ekonomi kreatif.

Baca juga: Seribu Payung dari Aceh Hingga Papua Dipamerkan dalam Festival Payung Indonesia di Solo

“Jadi setelah di dalam (Pura Mangkunegaran) di luar akan ada stand-stand kuliner dan juga ada crafter (pengrajin) seperti karya fesyen dan craft,” katanya.

Berbeda dengan festival-festival sebelumnya, kali ini Fespin juga melahirkan buku yang berjudul “Payung Tradisi Nusantara”. Pada bagian kata pengantar ditulis langsung oleh sejarawan modern Indonesia, Peter Carey.

“Jadi buku ini akan menjadi road map Festival Payung Indonesia untuk 10 tahun ke depan,” katanya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER