31 C
Kudus
Selasa, Desember 6, 2022
BerandaSejarahCerita Pemburu Judi...

Cerita Pemburu Judi Togel Rawat Kuburan Massal Korban G30S di Plumbon Semarang

BETANEWS.ID, SEMARANG – Di Kota Semarang, tepatnya di kawasan Perhutani, Dusun Plumbon, Wonosari, Ngaliyan terdapat kuburan massal korban G30S. Kuburan tersebut, dulunya pada era 90an sempat ramai dijadikan jujugan para pemburu judi togel.

Hal ini katakan oleh Aktivis Kemanusiaan dan Penggiat HAM dari Perkumpulan Masyarakat Semarang, Yunantyo Adi.

Pihaknya menerangkan, di era 90an banyak masyarakat, baik dari luar kota ataupun sekitar Semarang yang datang ke kuburan massal tersebut untuk mencari nomor togel.

- Ads Banner -

Baca juga: Ditetapkan Jadi Situs UNESCO, Kuburan Massal Korban G30S di Plumbon Semarang Kini Terbengkalai

“Saya baru tahu ada makam massal di Plumbon itu tahun 2014. Pertama kali ke sana dikira seorang yang mau mencari nomor togel, sehingga disuruh membawa menyan, ayam dan lainnya,” ujarnya.

Bahkan karena menjadi jujugan, makam tersebut sempat dirawat oleh para pencari nomor dan warga sekitar.

“Paling berjasa dua warga dan pencari togel yang bekerja sama dengan warga, karena selama ini makam tersebut dirawat oleh mereka. Mereka menata makam dengan rapi dengan memberikan bantuan melingkar di area lubang kuburan,” katanya.

Namun, seiring berjalannya waktu, kini para pencari nomor togel pun sudah jarang yang datang. Sehingga kondisi makam saat ini sudah terbengkalai.

Yunanto pun melanjutkan, di kuburan massal itu, terdapat 24 jenazah yang dimakamkan. Sedangkan eksekusi dilakukan pada Januari 1966 setelah Hari Raya Idul Fitri.

Pihaknya pun menceritakan, saat detik-detik eksekusi, para korban diikat dan ditutup kepalanya dengan arah menghadap lubang yang telah disediakan.

“Eksekusi dilakukan tanpa aba-aba ketika mereka sedang berdoa, mereka para korban baca sekenanya. Ada yang baca Alfatihah, Yasin dan Qiroah,” jelasnya.

“Mirisnya, sehabis eksekusi terjadi, hujan deras, sehingga jenazah itu dibiarkan saja di lubang itu. Baru besok paginya, 24 jenazah itu dikuburkan. Petugas yang kubur sampai ada yang pingsan,” tambahnya.

Baca juga: Inilah Sejarah Watu Tugu yang Digadang Akan Jadi Destinasi Wisata Baru di Semarang

Ada pun beberapa nama tokoh yang sering disebut ikut dimakamkan di Hutan Plumbon, yaitu Moetiah dan Soesetyo.

Dia menyebut, Moetiah merupakan bangsawan Syar’i yang aktif di Gerwani dan juga aktif mengajar serta membuat Taman Kanak-kanak Melati. Sedangkan, Soesetyo merupakan mantan Wakil Bupati Kendal.

Editor: Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler