31 C
Kudus
Senin, Oktober 3, 2022
spot_img
spot_img
BerandaSejarahInilah Sejarah Watu...

Inilah Sejarah Watu Tugu yang Digadang Akan Jadi Destinasi Wisata Baru di Semarang

BETANEWS.ID, SEMARANG – Belum lama ini, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kota Semarang dengan PT Tanah Mas Panggung, tentang rencana hibah situs cagar budaya Watu Tugu yang berada di jalan Semarang – Kendal, Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, yang akan dijadikan destinasi wisata baru di Kota Semarang.

Keberadaan situs Watu Tugu Semarang yang berada di RT 10, RW 1 Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang memang belum begitu banyak diketahui oleh masyarakat Semarang dan sekitarnya. Padahal benda peninggalan sejarah masa lalu tersebut memiliki hubungan sejarah dengan perkembangan Kota Semarang.

Akses untuk menuju lokasi belum representatif bagi wisatawan maupun pengunjung. Reporter Betanews.id pun mencoba melihat secara langsung Watu Tugu tersebut. Dalam perjalanan menuju kawasan Watu Tugu, kami harus melewati jalan yang begitu terjal dan sedikit menanjak.

Lokasi Watu Tugu yang berada di Kelurahan Tugurejo, Kota Semarang. Foto: Kartika Wulandari.
- Ads Banner -

Baca juga: Sejarah Awal Mula Jepara Mendapat Sebutan Kota Ukir (1/6)

Sesampainya di lokasi, di kawasan tersebut terlihat masih sepi, hanya ada pelajar yang nongkrong sepulang sekolah dan anak kecil dari warga sekitar yang sedang bermain. Di kawasan tersebut, terlihat ada satu Candi Tugu berwarna putih serta satu candi yang merupakan candi duplikat Gedung 9 yang dibuat tahun 1984-1985.

Juru pelihara sekaligus sesepuh di Kelurahan Tugurejo Semarang, Sumarto (58) mengatakan, menurut buku yang ia baca, Watu Tugu merupakan peninggalan dari Kerajaan Majapahit dan Pajajaran.

Ia pun menyebut, dahulu, daerah Watu Tugu merupakan sebuah lautan, sehingga diyakini, ada sebuah penambat kapal untuk tempat penghentian kapal. Sehingga dibangunlah sebuah monumen yang diberi nama Watu Tugu.

“Saya mulai bekerja menjadi juru pelihara sejak tahun 2000-an, menurut buku yang saya baca untuk pegangan saya, bangunan tersebut merupakan peninggalan sejarah antara Kerajaan Majapahit dan Pajajaran. Dari situ akhirnya saya inisiatif menanami buah Mojo, dan karena letaknya di Kota Semarang, saya banyakin pohon Asam,” tambahnya.

Pihaknya pun menjelaskan, bahwa di area monumen Watu Tugu ada satu makam yang menjadi penunggu area tersebut. Makam itu adalah makam Kiai Tugu yang merupakan salah satu tokoh penyebar agama di daerah Tugurejo.

“Dulu di samping makam ada Kamboja ukuranya sangat besar dan bentuknya menyerupai naga, tapi sayangnya pohon Kamboja itu dirusak oleh orang yang tidak bertangung jawab,” katanya.

“Ada yang mengatakan juga, bahwa masuknya Islam itu ada di Semarang, di sekitar Tugu, makanya ada makam di situ,” tambahnya.

Selain Kiai Tugu, pihaknya pun menyebut, ada dua penunggu lainya yang menjaga kawasan tersebut. Yaitu Nyai Rembulan dan Dewi Rarastiti.

Baca juga: Sejarah Masjid Langgardalem: Dibangun Sunan Kudus, tapi Tak Digunakan untuk Salat Jumat

“Penunggu di Watu Tugu itu ada 3, yaitu Kiai Tugu sebagai penyebar Islam, lalu Nyai Rembulan yang merupakan perempuan cantik, dan Dewi Rarastiti yang selalu membawa lentera. Ada dua lagi sebenarnya tapi tidak tau nama pastinya, yaitu sosok orang tua dan macan putih,” ujarnya.

Kemudian untuk tetap menjaga kelestarian sejarah di wilayahnya, Sumarto beserta warga sekitar yang tergabung dalam Forum Ngupakara Candi Tugu (FNCT) selalu melakukan kegiatan tahlilan setiap Kamis dan bersih-bersih kawasan tugu.

“Untuk nguri-nguri sejarah, kita ada forum namanya forum FNCT, jadi setiap Kamis jam 10 malam kita melakukan tahlilan, bukan untuk mencari sesuatu, niat kita murni untuk nguri-nguri. Karena membuat itu gampang, tapi menjaganya itu yang sulit,” jelasnya.

“Kita juga selalu melakukan bersih-bersih area tugu tapi tidak pasti, biasanya setiap satu bulan sekali. Monumen itu juga pernah roboh tapi tidak diketahui apa penyebabnya, dan akhirnya dilakukan pembugaran tahun 1983,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

32,381FansSuka
15,327PengikutMengikuti
4,327PengikutMengikuti
90,084PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler