BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak 75 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari Kabupaten Kudus, Pati, dan Jepara meramaikan Pekan UMKM Kudus di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus. Acara yang berlangsung selama dua hari pada Sabtu-Minggu (10-11/9/2022) itu untuk memperingati hari ulang tahun ke-75 PT Sukun Wartono Indonesia.
Bupati Kudus HM Hartopo mengapresiasi gelaran bazar UMKM tersebut yang juga bertepatan dengan HUT ke 473 Kabupaten Kudus.

“Ini adalah sebuah sinergitas yang sangat baik. Semoga ke depan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Kudus dan PT Sukun Wartono Indonesia bisa semakin membaik dari waktu ke waktu,” katanya.
Baca juga: Libatkan 75 UMKM, Perputaran Uang di Pekan UMKM Kudus Diperkirakan Capai Rp300 Juta
Direksi PT Sukun Wartono Indonesia Yusuf Wartono mengungkapkan, melalui kegiatan ini, PT Sukun ingin mengajak segenap pelaku UMKM untuk bangkit dan terus maju bersama menghadapi tantangan zaman.
”Perusahaan kami baru saja melewati umur yang ke 75 tahun, tentunya kami juga harus berpacu dan bekerja sepenuh hati meski harus tetap waspada karena situasi masih dalam masa pandemi,” katanya.
Melalui kegiatan ini pula, segenap jajaran direksi berharap segala potensi daerah bisa semakin terangkat, sehingga para pelaku UMKM di Kudus, Jepara, dan Pati bisa semakin berkembang.
“Jajaran direksi PT Sukun Wartono Indonesia juga akan terus berkomitmen dalam hal pengembangan UMKM khususnya di Kabupaten Kudus dan sekitarnya,” beber dia.
Baca juga: Baru 25 Persen UMKM di Jateng yang Jualan Online
Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Kudus Safrul Kamaludin menambahkan, para pelaku UMKM sangat antusias dengan terselenggaranya kegiatan ini. Oleh karena itu, dia mengucapkan banyak terima kasih pada PT Sukun Wartono Indonesia yang telah menginisiasi kegiatan ini.
Safrul juga berharap kegiatan ini bisa menjadi titik awal kebangkitan UMKM Kudus yang sempat lesu dan layu kala dilanda pandemi Covid-19 dua tahun ini.
”Hampir tiga tahun ini kita dilanda pandemi. Melalui kegiatan ini kami harapkan bisa membantu dalam meningkatkan perekonomian daerah,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

