Sebut Modalnya Belum Juga Diganti, Eks Manajer Persiku Ngadu ke BPK Jateng

BETANEWS.ID, KUDUS – Manajer Persiku tahun 2021 mengadu ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Tengah. Hal itu dilakukan, karena anggaran operasional kegiatan Persiku selama berkompetisai di Liga 3 Jawa Tengah musim lalu yang berasal dari kocek pribadi disebut belum juga diganti.

Surat aduan ke BPK sudah itu bernomor 001/EX/MAN/PERSIKU-SENIOR/VIII/2022 tertanggal 15 Agustus 2022. Isinya eks manajemen Persiku Kudus tahun 2021 mengadukan kekecewaannya yang tidak mendapat ganti uang sebesar Rp 1,4 miliar setelah mengikuti komp‎etisi Liga 3 Jawa Tengah.

Eks Manajer Persiku 2021 Ferdaus Ardiansyah Purnomo mengatakan, telah ditunjuk dan diberikan Surat Keputusan oleh Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Kabupaten Kudus dengan Nomor: SKP/02/PSSI Kab. KUDUS/VIII/2021.

-Advertisement-

Baca juga: Tagih Anggaran Rp1,4 M yang Tak Kunjung Cair, Eks Manajemen Persiku Surati Bupati Kudus

Dalam SK Askab PSSI Kabupaten Kudus itu, pihaknya ditugaskan selama dua musim kompetisi.

“Namun baru satu musim kompetisi kami diberhentikan secara sepihak, dan sampai sekarang tidak diberi anggaran. Kami merasa dipermainkan,” ujar dia, Sabtu (20/8/2022).

Dia menuturkan, pihaknya terpaksa mengambil sejumlah langkah sebagai pressure akibat tiada respon dari KONI dan Askab PSSI Kudus. Sebab, hingga saat ini dan bahkan sudah terbentuk manajemen dan tim Persiku baru, tapi anggaran untuk Persiku tahun lalu tak juga cair.

“Saat ini sudah terbentuk tim Persiku 2022 yang kini sudah terkonsentrasi di mess dan pada taraf jelang pendaftaran resmi ikuti Liga 3 di Asprov Jawa Tengah tahun ini. Namun tanda-tanda untuk penyelesaian penggantian anggaran kegiatan Persiku tahun lalu masih belum jelas,” ujar Ardi melalui siaran tertulisnya kepada Betanews.id, Senin (22/8/2022).

Dia mengungkapkan, sejauh ini pihaknya sudah mengikuti semua instruksi dari Ketua Askab. Terkait LPJ yang dianggap masih kurang laporan data dukungnya juga sudah diselesaikan.

“Meski begitu, anggaran pengganti masih belum terlihat sinyal positif dan jauh dari harapan,” tandasnya.

Baca juga: Dipecat Sebelum Lunasi Gaji Pemain Persiku, Ardy: ‘Sampai Sekarang Dana dari Pemkab Belum Turun’

Dia mengatakan, sejumlah pihak menganggap tekanan dan teriakan kepada KONI dan Askab Kudus atas hal tersebut kurang keras . Hal itu semata-mata pihaknya tak ingin membuat gaduh suasana di seputaran KONI dan Askab yang akhir-akhir ini terasa sudah sering gaduh.

“Untuk itu, sejumlah cara sudah kami lakukan, di antaranya menyurati (BPK) perwakilan Jawa Tengah. Setelah ini kami akan beraudiensi dengan Komisi D DPRD Kudus. Audiensi dengan Porprov Jateng dan melayangkan surat somasi yang akan dilakukan oleh penasehat hukum kami,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER