BETANEWS.ID, SOLO – Puluhan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berlenggak-lenggok memperagakan busana di Griya PMI Peduli, Solo, Senin (15/8/2022). Mereka berjalan di runway sederhana yang telah disiapkan oleh panitia. Selain ODGJ, terlihat pula para lansia ikut meramaikan ajang bertajuk Humanity Fashion Week tersebut.
Meski tak seluwes model, mereka tampak lumayan luwes menampilkan beberapa pakaian di acara yang digelar untuk memperingati HUT ke-77 Republik Indonesia itu.
Wakil Direktur Politeknik Akbara Agus Setyo Utomo menerangkan, kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara Griya PMI Peduli dan Politeknik Akbara yang punya tujuan mengenalkan perjuangan kemerdekaan.
“Dengan berbagai kegiatan ini, selain mengenang atau memperingati HUT, juga melatih motoriknya teman-teman ODGJ ini supaya lebih bisa aktif,” kata Agus.
Pada kegiatan tersebut, dilakukan beberapa lomba, yaitu lomba fashion show, lomba melipat baju batik, lomba baris berbaris, dan lain-lain.
“Kegiatan fashion show salah satunya itu untuk mengangkat teman-teman ODGJ ini supaya sejajar dengan yang lain. Jangan sampai fashion week atau fashion show ini dilakukan teman-teman di kalangan menengah ke atas saja, tetapi ODGJ juga bisa melakukannya,” lanjut Agus.
Agus menyebut, kegiatan itu diikuti oleh sekitar 30 warga Griya PMI Peduli dengan berbagai tingkat gangguan jiwa. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat bagus untuk melatih ODGJ untuk bersosialisasi.
Staf medis Griya PMI Peduli Mujtahid menambahkan, selama persiapan perlombaan, para ODGJ sangat antusias. Menurutnya, para peserta yang ikut kegiatan dalam kondisi yang sangat bagus.
Baca juga: Kisah Agus Salim, Abdikan Hidup Merehabilitasi ODGJ di Yayasan Jalma Sehat
“Kegiatan ini bagus banget. Ini salah satu terapi, baik jasmani maupun rohani, karena dengan kegiatan olahraga dan lomba-lomba,” kata Mujtahid.
Selain itu, keterlibatan Politeknik Akbara juga menurut Mujtahid, membuat para ODGJ senang lantaran bisa berinteraksi dengan orang lain. Bahkan, menurutnya kegiatan serupa bisa mempengaruhi tingkat kesembuhan ODGJ.
“Nanti dia (ODGJ) senang terus mood-nya bagus karena kadang kan ketika dia ketemu dengan teman-teman yang lama (sesama ODGJ) pusing, muter aja keliling, senyum sendiri, ngobrol sendiri. Tapi kalau ketemu teman-teman yang lainnya (dari luar) dia senang lah, dapat teman-teman yang baru,” pungkas Mujtahid.
Editor: Ahmad Muhlisin

