31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Kisah Agus Salim, Abdikan Hidup Merehabilitasi ODGJ di Yayasan Jalma Sehat

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan lelaki terlihat berkumpul di ruang aula besar dekat pengeringan padi di Desa Bulung Kulon, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Para lelaki tersebut ada yang bergumam sendiri, tersenyum, berteriak, dan duduk di pojok ruangan. Mereka yakni pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang sedang direhabilitasi di Yayasan Jalma Sehat.

Pengelola Yayasan Jalma Sehat, Agus Salim menuturkan, pasien yang masih dikurung dalam aula tersebut pasien yang belum bisa mandiri dan masih dalam proses penyembuhan. Menurutnya, untuk pasien yang mulai membaik akan dikeluarkan dari ruangan dan diberi tanggung jawab.

Seorang pasien ODGJ di Yayasan Jalma Sehat sedang mengintip keluar dari celah. Foto: Imam Arwindra.

“Yang mulai membaik diberi tanggung jawab. Contohnya pekerjaan mencuci pakaian, merapikan baju dan kebersihan di sekitar panti,” tuturnya saat ditemui di Yayasan Jalma Sehat, Sabtu (5/9/2020).

-Advertisement-

Baca juga: Bantu Orang Sakit Peroleh Oksigen dengan Mudah, CV Magdalena Ramai Orderan

Menurutnya, pasien OGDJ yang mulai membaik juga diberikan pekerjaan seperti menjadi tukang parkir di Polres Kudus, berkebun, dan beternak.

“Mereka kerja sesuai dengan kemauannya. Namun, mereka tetap dalam pantauan dan perawatan,” terangnya.

Agus menuturkan, Yayasan Jalma Sehat adalah pusat rehabilitasi gangguan jiwa dan cacat mental yang didirikan pada 2014. Saat didirikan, pihaknya sudah merawat 10 pasien untuk direhabilitasi. Saat ini, kapasitas yayasan bisa menampung hingga 75 pasien.

“Kalau sekarang ada 68 pasien laki-laki dan perempuan. Kalau dari dulu ya, sudah ratusan (pasiennya). Ini aja sudah ratusan yang sembuh,” jelasnya.

Alasan pihaknya membuat tempat rehabilitasi ODGJ, karena ingin memanusiakan para ODGJ. Pihaknya berharap, para ODGJ dapat sembuh dan bisa bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat sekitarnya.

“Kita sama-sama manusia. Dan kita saling membutuhkan. Manusia yang baik itu adalah yang dibutuhkan orang lain. Kita mengabdi untuk memanusiakan mereka,” tuturnya.

Baca juga: Alhamdulillah, Relawan Pemakaman Covid-19 Dapat Apresiasi Rp 10 Juta dari Pemkab Kudus

Menurut Agus, ODGJ tersebut berasal dari titipan keluarga dan hasil operasi Satpol PP.

“Kalau hasil operasi Satpol PP, gelandangan yang terkena gangguan jiwa kita kasih nama Mr X. Ini ada banyak disini. Semoga keluarganya ada yang ngerti,” ungkapnya.

Dalam proses penyembuhan, kata Agus, tidak ada patokan pasti. Karena setiap pasien memiliki beban moral yang berbeda. Menurutnya, ada pasien enam bulan yang sudah sembuh, tapi ada pula yang hingga bertahun-tahun.

“Jadi tidak bisa buat patokan,” tutup Agus.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER