31 C
Kudus
Senin, Oktober 3, 2022
spot_img
spot_img
BerandaSEMARANGPernikahan Dini Disebut...

Pernikahan Dini Disebut Jadi Penyumbang Angka Stunting di Kota Semarang

BETANEWS.ID, SEMARANG – Sebanyak 1.367 anak di Kota Semarang, Jawa Tengah tercatat mengalami stunting akibat kekurangan gizi.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan pada 2021, dari 44.058 balita di Kota Semarang, 3,1 persen di antaranya menderita stunting. Jumlah anak penderita stunting tersebut tersebar di 153 kelurahan di Kota Semarang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang Mochamad Abdul Hakam mengungkapkan, ada beberapa penyebab anak mengalami stunting. Di antaranya adalah faktor ekonomi. Yakni pendapatan orang tua yang masih rendah.

- Ads Banner -

Baca juga: Kasus Stunting di Kecamatan Semarang Utara Tertinggi di Kota Semarang

Dengan kondisi tersebut, menyebabkan kesulitan akses bagi orang tua untuk membeli makanan bergizi, sehingga berpotensi menyebabkan stunting. Selain itu, kurangnya perhatian orang tua terhadap keseharian anak juga turut menjadi penyebab stunting.

“Satu, ya dari orang tua yang mungkin pendapatannya masih di bawah rata-rata. Kedua pola asuh, kita ngomong pola asuh ini, biasanya rasa kasih sayangnya. Orang tuanya dua-duanya kerja, jadi perhatiannya jadi berkurang. Kemudian bisa juga karena dipasrahkan sama ART (Asisten Rumah Tangga), jadi makannya kurang teratur atau mungkin neneknya,” ujar Hakam, saat ditemui di Kantor DKK Semarang, Rabu (10/8/2022).

Kemudian katanya, bisa juga dipengaruhi oleh kelainan genetik yang diturunkan dari orang tua, sehingga bisa menjadi faktor penyebab stunting yang tidak dapat dihiraukan dan tidak mudah hntuk ditangani.

“Kemudian yang ketiga adalah ada kelainan genetik, jantung bawaan, ada kemudian kelainan-kelainan bawaan yang lain yang kemudian bisa menyebabkan pertumbuhan dan perkembangannya bisa mengalami keterlambatan. Selain itu, adalah penyakit infeksi, TBC, itu yang kemudian menyebabkan anak menjadi stunting,” lanjut Hakam.

Selain ketiga faktor di atas, Hakam pun mengungkapkan pernikahan dini dan pernikahan siri juga turut menyumbang angka stunting di Kota Semarang.

“Tidak hanya tiga faktor tadi, pernikahan dini dan pernikahan siri juga bisa menjadi salah satu penyebab anak stunging. Karena dua-duanya, antara pernikahan dini dan pernikahan siri ini pada saat hamil itu biasanya ditutup-tutupi, nggak mau pergi ke puskesmas atau ke faskes untuk periksa ANC,” kata Hakam (10/8/2022).

Baca juga: Cegah Stunting, Wakil Wali Kota Semarang Blusukan untuk Edukasi Warga

Hal ini dikarenakan, saat fase kehamilan, pasangan pernikahan dini dan pernikahan siri enggan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan karena menyembunyikan kehamilannya, hal itulah yang menjadi pemicu terjadinya stunting.

“Termasuk konsumsinya dia mungkin seenaknya, untuk menjaga bodi tetap langsing misalnya. Ini kan tidak betul, jadi ini juga bisa menjadi faktor stunting juga, makanya pernikahan dini dan pernikahan siri itu tadi. Kemudian menutupi kehamilannya dan dia tidak membawa ke ANC ke fasilitas kesehatan,” tutup Hakam.

Editor : Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

32,381FansSuka
15,327PengikutMengikuti
4,327PengikutMengikuti
90,084PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler