Kasus Stunting di Kecamatan Semarang Utara Tertinggi di Kota Semarang

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus melakukan edukasi terkait dengan pencegahan stunting. Seperti halnya yang dilakukan Hevearita Gunaryanti Rahayu, Wakil Wali Kota Semarang, dengan mendatangi langsung kecamatan-kecamatan.

Salah satu lokasi yang didatangi Wawako, adalah Kecamatan Semarang Utara. Di Tempat ini, kasus stunting terhitung tinggi, bahkan tertinggi di Kota Semarang.

Camat Semarang Utara Margo Haryadi menyebut senang, karena tempatnya mendapatkan edukasi dari pemerintah kota. Apalagi, di wilayahnya kasus stunting tertinggi.

-Advertisement-

Baca juga: Cegah Stunting, Wakil Wali Kota Semarang Blusukan untuk Edukasi Warga

“Sejauh ini rata-rata anak yang terkena stunting kebanyakan umur 2 tahun,” katanya.

Adapun faktor yang mempengaruhi hal ini terjadi, Margo menyebut, faktor pertama adalah akibat kondisi wilayah yang dekat dengan pesisir. Kemudian yang kedua, pihaknya mengaku sebagian besar masyarakat merupakan kalangan menengah ke bawah.

“Kasus ini karena ada beberapa faktor. Pertama kondisi wilayah, kedua banyak masyarakat yang kalangannya kelas menengah ke bawah, ketiga beberapa anak banyak dititipkan oleh pengasuh karena orang tuanya sibuk bekerja, sehingga makannya kurang teratur,” ujarnya.

Margo merinci, dari sembilan kelurahan di Kecamatan Semarang Utara, ada dua kelurahan yang mempunyai kasus tertinggi, yaitu Kelurahan Bandarharjo dan Kelurahan Tanjung Mas.

“Sejauh ini total di Semarang Utara ada 211 kasus stunting. Kelurahan yang punya kasus tertinggi ada di Kelurahan Bandarharjo, yakni sebanyak 75 sedangkan Tanjung Mas sebanyak 87 kasus. Kemudian, Kelurahan Bulu Lor ada 2 kasus, Dadapsari 16, Kuningan 23, Panggung Kidul 5, Purwosari 3, Plombokan 0 dan Panggung Lor 0,” rincinya.

Kemudian, terkait dengan langkah agar angka stunting di Semarang Utara cepat turun, pihaknya menyebut telah memberikan fasilitas edukasi di dua puskesmas Semarang Utara.

“Edukasi yang kita berikan di puskesmas biasanya, pertama edukasi pada ibu-ibu untuk merawat anaknya menjadi lebih baik dengan memberikan makanan tambahan. Kemudian kedua, terkait balita stunting yang makannya susah, kita ajak makan bareng. Karena kalau ada temannya kan biasanya nafsu makannya meningkat, jadi biasanya nanti kita mengumpulkan di satu tempat, di balai RW,” jelasnya.

Baca juga: Angka Stunting Capai 17,21, Pemkab Kudus Anggarkan Rp94 M untuk Penanganan

Tak hanya memberikan edukasi, ia pun memiliki progam Bapak Asuh untuk memberikan makanan bergizi kebeberapa anak yang menderita stunting.

“Jadi konsepnya nanti, satu orang menangani 5 anak. Jadi nanti selama 2 bulan mereka akan diberi makanan bergizi. Dan jika setelah dua bulan sudah ada perubahan, nanti di lepas,” jelasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER