31 C
Kudus
Jumat, Agustus 12, 2022
spot_img
BerandaKISAHPernah Diusir saat...

Pernah Diusir saat Mangkal, Ulin Bagikan Pengalamannya Jual Papeda Telur Puyuh

BETANEWS, KUDUS – Suara lantunan ayat suci Alquran terdengar berkumandang. Muhammad Ulin Nuha (28), yang berjualan Papeda Telur Puyuh terlihat hendak bersiap pergi ke masjid untuk melaksanakan ibadah salat Jumat, usai melayani pembeli. Saat ditemui betanews.id, laki-laki yang akrab disapa Ulin itu membagikan pengalamannya berjualan Papeda.

Sebelum mengkal di depan Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MA NU) Banat, Ulin mengaku pernah diusir oleh penjual lain saat berniat menetap di depan SMK 1 Kudus. Ia kemudian beralih tempat dan terhitung empat tahun sudah, ia berjualan Papeda di Jalan KHM Arwani Amin, Desa Krandon, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus.

Muh Ulin Nuha saat melayani pembeli. Foto: Sekarwati.

Baca juga: Kisah Pipit Rintis Bisnis Cokelat Karakter yang Kini Suplai 50 Toko dan Minimarket di 7 Daerah

- Ads Banner -

“Pertama mangkal di depan SMK 1 Kudus, baru satu hari diusir penjual di situ. Sekarang sudah aman di sini,” kata Ulin pada Jumat (8/7/2022).

Pemuda asal Pati ini menceritakan, berkat menjual Papeda Telur Puyuh, ia bisa punya tabungan untuk nikah dan membeli sepeda motor. Pernikahannya kini usianya baru setahun dan kini istrinya sedang mengandung buah hati pertamanya.

Ulin menuturkan, sebelumnya ia ikut berjualan orang lain. Namun, karena ingin mandiri akhirnya ia beranikan diri untuk merintis berjualan Papeda Telur Puyuh. Ia menjual Papeda Telur Puyuh dengan harga yang bervariasi.

“Untuk Papeda original, ia hargai Rp 1.500, Papeda dengan satu telur puyuh harga Rp 2 ribu, Papeda dua telur puyuh seharga Rp 2.500, dan Papeda tanpa bumbu abon bawang ia hargai Rp2 ribu,” sebutnya.

Baca juga: Kisah Owner Treend Steak, dari Gagal Berkali-kali Hingga Sukses Punya 7 Cabang

Berkat jerih payahnya menjajakan Papeda Telur Puyuh mulai pukul 10.00-17.00 WIB, Ulin bisa mendapatkan penghasilan Rp 700 ribu setiap harinya. Sedangkan untuk keuntungannya, sekitar 50 persen dari hasil penjualan.

“Omzetnya sehari bisa Rp700 ribu, itu baru kotornya. Kalau untungnya bisa sampai 50 persen,” katanya.

Editor : Kholistiono

Sekarwati
Sekarwati
Sekarwati adalah reporter Beta News yang bergabung pada 2022. Pernah menempuh pendidikan di UIN Walisongo Semarang Jurusan Komunikasi.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

32,381FansSuka
15,327PengikutMengikuti
4,330PengikutMengikuti
90,084PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler