BETANEWS.ID, KUDUS – Area persawahan Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus beberapa hari terakhir setiap sore selalu ramai dan tumpah ruah didatangi para muda-mudi. Hamparan luas sawah dengan rerumputan hijau bak padang savana di Eropo jadi daya tarik warga untuk tempat healing menikmati Sang Surya tenggelam atau sunset.
Saking ramainya pengunjung, jalan penghungung Desa Berugenjang dan Desa Wonosoco yang membelah area persawahan itu pun macet. Terlihat ratusan motor pun diturunkan pemiliknya ke area persawahan. Motor-motor tersebut diparkir dan kemudian difoto yang punya.
Mereka yang datang kebanyakan bukan warga desa sekitar, tapi warga desa yang cukup jauh dan beda kecamatan. Mereka tertarik datang ke area persawahan Desa Wonosoco setelah lihat di media sosial, yang gambarnya bak di padang savana Eropa, hamparan luas dengan rerumputan hijau.

Baca juga: Mulia Night Spectacular, Destinasi Wisata Malam Terbaru di Kudus yang Lagi Hits
“Saya ke sini mau healing, penasaran setelah lihat gambar di media sosial yang bak Padang Savana di Eropa,” ujar Bagas warga Desa Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.
Hal yang sama juga dikatakan oleh, dua dara Desi (18) dan Sheila (22). Warga Desa Karangmalang, Gebog serta warga Desa Garung, Kecamatan Kaliwungu itu mengaku penasaran dengan area persawahan yang ada di Desa Wonosoco. Oleh sebab itu, mereka datang untuk menikmati sunset.
“Penasaran saja. Soalnya gambarnya di media sosial itu keren. Ke sini untuk nyore (nikmati suasana sore hari) bersama kawan,” ujar dua dara yang datang rombongan tersebut.
Dia mengaku, walau tak sebagus yang di gambar media social, namun menurutnya area persawahan yang lagi tak ditanami itu pemandangannya bagus. Luas lahan dengan rerumputan hijau serta sebagian ada jerami kering membuat pemandangan mirip di Afrika.
“Apalagi dengan background pegunungan jadi pemandangannya makin bagus. Sayangnya, kemarin hujan deras sehingga retakan tanahnya hilang, padahal itu aestetik banget,” katanya.
Tak hanya menarik minat para remaja di Kudus saja, area persawahan Desa Wonosoco yang lagi viral di media sosial itu juga menarik minat warga daerah lain. Di antaranya yakni Wahyu (16) dan Selfi (16). Sepasang kekasih dari Wedarijaksa, Kabupaten Pati itu penasaran setelah lihat foto di media sosial.
“Awalnya penasaran, kok di Kudus ada tempat sebagus itu. Karena penasaran itu, pacar saya mengajak untuk datang,” ujar Wahyu.
Setelah melihat langsung, menurutnya, pemandangannya bagus seperti padang savana di Eropa. Background gunung membuat makin keren dan bisa menikmati sunset pula, jadi tidak percuma naik sepeda motor jauh-jauh dari Pati.
“Gak menyesal, pemandangannya keren. Jauh-jauh naik sepeda motor dari Pati agak utara, sampai sini terbayar dengan pemandangan yang keren,” celetuk Wahyu yang diiyakan oleh Selfi pacarnya.
Makin sore, terlihat para pengunjung yang datang makin banyak. Mereka ada yang foto-foto dengan motornya. Ada juga sepasang kekasih memadu kasih serta bikin video untuk media sosial mereka.
Baca juga: Wisata Pijar Park, Indahnya Hutan Pinus Lereng Muria yang Jadi Primadona Baru Wisatawan di Kudus
Bahkan ada pula yang bawa tikar yang digelar di tangah area persawahan. Mereka duduk di atas tikar dan ngopi santai bersama. Jelang magrib dan saat matahari mulai tenggelam, para pengunjung pun mulai meninggalkan area persawahan Desa Wonosoco.
Suara bising knalpot yang memecah senja dalam waktu yang cukup lamat-lamat mulai menghilang, tertutup kumandang azan Magrib. Area persawahan Desa Wonosoco pun kembali sunyi dengan terbenamnya matahari.
Editor: Kholistiono

